HAPPY NEW YEAR

Banyak Pesanan untuk Megengan, Omzet Pengusaha Katering di Pati Melejit

waktu baca 3 menit
Sabtu, 14 Feb 2026 16:11 0 60 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Niwang Wulan Oktaviana, pelaku usaha katering asal Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati sedang ramai orderan.

Salah satunya, orderan makanan rumahan untuk acara keagamaan jelang Ramadan.

Setiap hari, ia harus sibuk mengolah bahan masakan untuk melayani pesanan pembeli, guna kebutuhan acara megengan, sebuah tradisi hajatan untuk umat Muslim menyambut bulan puasa.

“Kalau kayak gini nasi berkatan lagi banyak yang pesan karena mau puasa ada megengan di desa-desa, biasanya nasi ramai pembeli. Kalau pas sudah bulan puasa mendekati Lebaran yang ramai kue kering, habis Lebaran produksi roti hantaran untuk seserahan lamaran, biasanya ada paket-paketnya,” ucapnya saat diwawancarai, Sabtu, 14 Februari 2026.

Perlu diketahui, Wulan menyediakan berbagai layanan katering, termasuk nasi box atau nasi berkat, kue, dan roti hantaran lainnya untuk berbagai keperluan punjungan.

“Usaha segala jenis makanan, semua memesan apapun saya layani, semua saya handle. Kalau usaha katering begini kan gak ada sepinya karena banyak kebutuhan hajatan, pertemuan, tahlil maupun selametan,” lanjut Wulan kepada Mondes.co.id.

Aneka nasi ia buat seperti nasi uduk, nasi kuning, nasi liwet, ataupun nasi putih biasa.

Kemudian, diberi lauk-pauk yang bermacam-macam variasi sesuai pesanan pelanggan.

Terkadang, pesanan nasi juga datang dari pihak-pihak penyelenggara forum pertemuan, instansi pendidikan, hingga perorangan.

Perayaan ulang tahun, rapat-rapat rutin, hingga kegiatan tradisi keagamaan, menjadi peluang yang dimanfaatkan.

“Megengan, tahlilan orang meninggal, hajatan, ulang tahun, kan mereka gak harus di bilan puasa, sehingga pasti selalu ramai orderan nasi berkatan. Kadang saya ngisi di sekolahan pada hari Sabtu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Slungkep 170 siswa,” terangnya.

BACA JUGA :  Gangster MTG Vs Slow, Admin Medsos dan Peserta Duel Maut Terancam Tua di Penjara 

Awalnya, ia mendapat puluhan pesanan nasi berkat.

Kini, mendekati Ramadan, Wulan kedapatan ratusan pesanan nasi berkat dalam sehari.

“Paling sedikit bisa 50 sampai 70 box, paling banyak 325 box kemarin pengantaran dari pukul 11.00 WIB sampai Magrib. Lauknya ayam bakar, ayam rendang, ayam goreng lengkuas, ayam goreng srondeng, daging, ikan nila, sayur, salad buat pelengkap,” sebutnya.

Ia mempersiapkannya sehari sebelum tanggal pesanan diambil pembeli. Sehingga, harus ekstra kuat dalam melalui kesibukan mencari pundi-pundi rupiah.

Selama ramai orderan, omzet yang didapatkannya bisa menyentuh Rp10 juta per hari.

“Omzet banyak, kemarin sangat banyak awal Februari sehari Rp10 juta saat orderan mencapai lebih dari 300 nasi, karena satunya Rp30 ribu sampai Rp35 ribu. Kalau rata-rata kisaran Rp2 juta sampai Rp5 juta omzet per hari,” beber owner Niwang Catering.

Selain itu, Wulan juga memiliki produk unggulan yang sudah terkenal di Kabupaten Pati, yakni bolu tiwul.

Bahkan, setiap harinya ia mampu menjual ribuan butir bolu tiwul.

Namun, dikarenakan sedang kebanjiran orderan nasi berkat, maka ia belum produksi bolu tiwul lagi.

“Kemarin 1.000 pcs bolu tiwul itu dibeli hari sebelumnya. Januari 500 bolu tiwul terjual, dibeli oleh pedagang-pedagang. Ini menjelang puasa belum sempat bikin lagi,” jelasnya.

Dirinya juga melayani sistem pengantaran pesanan.

Harga produknya pun terjangkau.

Nasi berkat dari mulai harga Rp22.000 sampai Rp40.000, roti hantaran mulai dari Rp15.000 sampai Rp20.000.

Kemudian, aneka kue kecil-kecilan mulai dari Rp1.000 sampai Rp3.000.

Ia memanfaatkan media sosial (medsos) untuk memperkenalkan produk jualannya kepada seluruh masyarakat.

“Yang penting marketing lewat handphone mau dijual ke mana bisa, nyatanya laku dengan sarana Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Meskipun, tetangga sendiri jarang minat beli, tetapi jangkauan pertemanan saya bisa mendatangkan orderan,” ucap Wulan.

BACA JUGA :  Mintobasuki Kebanjiran Nyaris Semeter, Warga Mengungsi

Sebagai informasi, Wulan merintis usaha tersebut sejak 2019.

Berawal dari nol, ia membangun usaha kuliner ini dengan keringat kerja kerasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini