Foto: Kampung Ramadan Kabupaten Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Pusat kuliner legendaris, Kampung Ramadan Kabupaten Rembang, dipastikan akan menyapa masyarakat di lokasi baru pada tahun 2026 ini.
Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) memutuskan memindahkan pusat kegiatan dari Jalan dr. Soetomo ke kawasan Jalan Gatot Subroto, tepatnya di sisi timur Alun-alun Rembang.
Festival kuliner tahunan ini dijadwalkan berlangsung mulai 18 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan jam operasional pukul 15.00 hingga 19.00 WIB.
Kabid UKM Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Achmad Widodo, menjelaskan bahwa relokasi ini merupakan langkah responsif pemerintah atas aspirasi masyarakat.
Lokasi lama di Jalan dr. Soetomo, dinilai sudah tidak memadai akibat kepadatan lalu lintas dan pertumbuhan usaha permanen yang mempersempit ruang gerak para pelaku UMKM.
“Di lokasi baru, areanya jauh lebih luas dan representatif. Langkah ini kami ambil untuk meminimalisir kemacetan, sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi pedagang maupun pengunjung,” jelas Widodo.
Lokasi baru ini membentang strategis, mulai dari depan Radio Citra Bahari FM hingga ke arah utara di depan SMA Kartini.
Sehingga memberikan ruang promosi yang lebih terbuka dan tertata.
Guna menjaga keadilan bagi para pelaku usaha, panitia menerapkan sistem undian dalam penentuan peserta.
Dari total 40 stan yang tersedia, 20 stan dialokasikan bagi UMKM umum yang dipilih melalui undian terbuka dari sekitar 60 pendaftar.
Sementara itu, 20 stan sisanya difasilitasi oleh mitra sponsor untuk UMKM binaan mereka.
Guna mengoptimalkan pengalaman belanja pengunjung, panitia juga memberlakukan sistem klasterisasi produk berdasarkan evaluasi pasar tahun-tahun sebelumnya.
• Klaster Minuman: 15 kuota (kategori paling diminati).
• Klaster Sayur & Lauk Pauk: 10 kuota.
• Klaster Jajanan/Takjil: 10 kuota.
• Klaster Makanan Berat: 5 kuota.
Menariknya, gelaran Kampung Ramadan 2026 ini murni digerakkan oleh kolaborasi sektor swasta dan perbankan tanpa menggunakan dana APBD.
Sejumlah lembaga seperti Bank Jateng, Semen Gresik, Bank Rembang, BKK Jateng, dan BRI, turut menyokong penuh suksesnya acara ini sebagai bentuk dukungan pada ekonomi kerakyatan.
Terkait aksesibilitas, panitia telah merancang skema lalu lintas yang ketat, namun fleksibel.
Kendaraan roda dua tetap diperbolehkan melintas dari arah barat maupun timur (via Pantura).
Sedangkan kendaraan roda empat dilarang memasuki area utama dan akan diarahkan ke kantong-kantong parkir yang telah disediakan untuk menjaga kelancaran arus pejalan kaki.
Dengan manajemen yang lebih profesional dan lokasi yang lebih segar, Kampung Ramadan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Kabupaten Rembang.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar