HAPPY NEW YEAR

Musim Hujan Bawa Berkah, Penjual Alat Pancing di Pati Naik Omzet 

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Feb 2026 14:19 0 80 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Datangnya musim penghujan, membawa rezeki melimpah bagi penjual pancing.

Salah satunya pada toko pancing yang berlokasi di Dosoman, Pati Wetan yang selalu ramai pembeli.

Toko ini ramai di hari biasa maupun hari tertentu.

Akan tetapi, sejak puncak musim penghujan tiba, keramaiannya di atas rata-rata.

Menurut pemilik toko pancing, Mundarti Sagita, kenaikan penjualan sejak Desember 2025 hingga Februari 2026 ini, dikarenakan curah hujan yang tinggi dan bertambahnya spot mancing.

Penghobi memancing maupun masyarakat umum membeli di tokonya untuk menyalurkan ketertarikan menangkap ikan di banyak spot.

“Musim hujan ini kenaikan omzetnya hampir dua kali lipat dari hari biasa. Musim penghujan berpengaruh ke pemancing, apalagi kalau pas ada banjir, kan kalau banjir banyak kolam yang ikannya lepas, sungai kecil sekitar sawah menjadi area mancing di area situ seperti Dengkek, Mustokoharjo pada banyak yang mancing area situ, karena airnya banyak,” ujarnya kepada Mondes.co.id, Rabu, 11 Februari 2026.

Di toko, ia menjual peralatan pancing lengkap, sehingga siapapun yang berkeinginan memancing, bisa datang ke tokonya.

Sehari, ia mampu menjual ratusan pcs, baik di musim hujan maupun kemarau.

“Kurang lebih produknya terjual 100 sampai 200 pcs mulai dari mata kail, joran tegek, senar, stopper, dan lain sebagainya untuk peralatan pancing. Kadang saya jual grosir, kadang satu nota bisa menjual 150 sampai 200 pcs, gak cuma jual ecer,” ungkapnya saat melayani pembeli.

BACA JUGA :  Mentalitas dan Kedisiplinan Pemain Digenjot, Persipa Tak Ingin Lengah Hadapi Persekat

Diungkapkannya, penjualan saat akhir pekan lebih ramai.

“Kalau kemarau mentok 100 pcs, tergantung harinya juga kalau Senin sampai Kamis standar, kalau Jumat dan Sabtu biasanya lebih banyak untuk persiapan memancing di hari Minggu,” imbuhnya.

Perlu diketahui, ia menjual peralatan pancing dengan harga terjangkau, bergantung jenis item maupun produk.

Bahkan, harga termurah satu set pancing ada yang Rp5.000.

“Harga tergantung produknya, kalau pancing satu set termurah ada yang Rp5 ribu sampai Rp18 ribu, kalau model rel seharga Rp30 ribu, model antena Rp30 ribu. Kalau kail mulai harga Rp3 ribu, ada yang Rp15 ribu, tergantung mereknya,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk umpan paling murah Rp1.500 dalam kemasan kecil.

“Ada Rp3 ribu, kalau yang siap pakai Rp15 ribu, Rp18 ada, jadinya beda-beda, ada yang nyampur langsung biar narik ikan bisa banyak,” jelasnya.

Pembeli datang dari berbagai wilayah, tak dalam Kota Pati saja.

Apalagi, toko tersebut juga melayani pembelian grosir dan ecer.

Para pelanggan membeli untuk dijual lagi sebagai stok persediaan dagangan, ada pula yang langsung dipakai memancing.

“Barangnya di sini lengkap, tempatnya juga luas. Kita juga menyediakan pelet (umpan) sistem display ambil sendiri, lalu totalan di kasir, jadi bisa pilih-pilih produk umpannya. Perlengkapan kita display seperti serok, rajut ikan, sehingga kelebihan di situ,” ungkap owner Sandi Pancing.

Dalam sebulan, ia meraih pendapatan puluhan sampai ratusan juta.

Bahkan, ketika dihitung secara pendapatan kotor, di Januari ia mampu memanen omzet hingga Rp180 juta.

“Kalau pendapatan hitungan kotor Desember kalau nggak salah Rp110 juta, Januari Rp160 sampai Rp180 juta, Februari ini belum selesai. Kalau kemarau mentok Rp80 juta, kadang Rp90 juta, kadang Rp100 juta. Sedangkan, kalau bersihnya kalau Desember antara Rp25 juta sampai Rp30 juta dan Januari Rp50 juta sampai Rp60 juta, sebenarnya tergantung produknya,” bebernya.

BACA JUGA :  Karina Moudy, Sang Duta Otonomi Indonesia 2023 Asal Pati

Menurutnya, berjualan alat pancing sangat menyenangkan.

Ia bersyukur karena tokonya selalu ramai pembeli.

“Berjualan pancing suka-suka saja, paling dukanya pas posisi capek, kita bersyukur. Dulunya kios kecil, sehari omzet paling Rp200 ribu, per bulan paling Rp3 sampai 4 jutaan, Alhamdulillah sekarang begini, harus ditekuni karena benar-benar dari nol, bertahap,” ucapnya.

Sebagai informasi, toko pancing miliknya sudah berdiri sejak 2009 lalu.

Ia berjualan setiap hari mulai dari 07.30 WIB sampai 21.00 WIB.

“Harapannya tetap stabil, soalnya naik (omzet) kita udah pernah, kalau musim hujan pasti naik, kalau kemarau standar,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini