HAPPY NEW YEAR

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Jepara Bekali Siswa SMA Ilmu Jurnalistik

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 18:56 0 51 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Memperingati Hari Pers Nasional, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jepara menggelar pelatihan jurnalistik bagi siswa SMA sederajat.

Pelatihan digelar pada Kamis, 5 Februari 2026 di Gedung Shima, Kompleks Setda Jepara serta Museum R.A. Kartini, Jepara.

Diisi oleh Ketua PWI Jepara Septina Nafiyanti, wartawan Metro TV news Rhobi Shani, dan Sulismanto yang merupakan jurnalis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.

Berbagai materi disampaikan, mulai dari dasar-dasar jurnalistik dan etika jurnalis, teknik wawancara dan pengumpulan data, serta teknik penulisan berita.

Tak hanya materi mengenai jurnalistik dasar, para siswa juga diajak untuk praktik langsung melakukan peliputan di Museum R.A. Kartini, Jepara.

Ketua PWI Jepara, Septina Nafiyanti menuturkan bahwa kerja-kerja jurnalistik dimulai dari perumusan ide, peliputan, penulisan, editing, hingga berita siap ditayangkan.

“Fungsi jurnalistik tidak hanya memberikan informasi, tapi juga edukasi kepada masyarakat dan fungsi memberikan hiburan kepada masyarakat. Yang paling penting adalah pengawasan dan kontrol sosial terhadap kebijakan yang perlu kita kontrol melalui tulisan, foto, dan video jurnalistik,” kata Septi.

Septi juga menerangkan perihal cara membedakan antara informasi atau berita yang berdasarkan fakta maupun hoax.

Ia meminta agar para siswa tidak termakan hoax yang beredar.

“Tugas jurnalis memberikan fakta. Itulah bedanya jurnalis yang harus verifikasi maupun observasi. Tidak menulis yang tidak jelas sumbernya,” ujar Septi.

Rhobi Shani memaparkan bahwa dalam pelaksanakan tugas jurnalistik, baik produksi hard news maupun soft news, diperlukan wawancara dan observasi terhadap ide atau isu yang akan dikerjakan.

BACA JUGA :  Pemkab Rembang Siap Gelontorkan Rp3 Miliar untuk Program Makan Siang Gratis

Selain itu, Rhobi juga memberikan berbagai tips dan saran dalam proses peliputan maupun penulisan.

“Pastikan dulu sebelum wawancara harus menguasai materi dan menggali informasi. Hal itu memastikan agar pertanyaan terstruktur,” ujar Rhobi.

Di sisi lain, Sulismanto menambahkan pentingnya ketelitian dalam penulisan berita yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

Selain itu, penulisan berita berdasarkan 5 W + 1 H dan konsep piramida terbalik.

Salah satu peserta asal SMAN 1 Tahunan, Ikmal, menuturkan bahwa pelatihan jurnalistik kali ini menjadi wadah pembelajaran terutama bagi kalangan anak muda.

“Acaranya cukup seru, tidak hanya materi tapi ada praktik. Jadi banyak belajar,” ungkap Ikmal.

Pelatihan jurnalistik berlangsung aktif dengan adanya sesi tanya jawab dan diskusi dua arah.

Para siswa pun antusias mengajukan berbagai pertanyaan kepada para narsumber.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini