Foto: Mendaki Gunung Wilis sebagai sarana mengampanyekan Ops Keselamatan Semeru 2026 Polres Trenggalek (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Kampanyekan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Trenggalek sasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Mengingat, kelompok usia tersebut mempunyai potensi tinggi terhadap pelanggaran lalu lintas.
Sedangkan media sosialisasinya melalui kegiatan tracking ke pegunungan di seputaran wilayah Jawa Timur.
Dengan tagline yang diusung ‘Muncak Bareng Wilis via Bendungan, Edisi Razia Wong Cidro’ lengkap dengan caption ‘Gratis Tilang di Puncak’.
Pesan edukasi yang dibawa, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto saat dihubungi Mondes.co.id, mengatakan jika pihaknya sengaja melaksanakan agenda tersebut lebih kepada misi memberi ruang generasi muda.
Agar secara kolektif turut berkontribusi menjaga Kamseltibcarlantas melalui kegiatan positif.
“Kita coba menggunakan pendekatan yang berbeda, anti mainstream dalam mendukung Ops Keselamatan Semeru 2026 ini. Salah satunya, dengan melihat potensi remaja melalui kegiatan naik gunung yang sedang tren,” sebut AKP Sony, Kamis, 5 Februari 2025.
Menurutnya, respons terhadap acara naik gunung, ternyata benar-benar di luar ekspetasi.
Mayoritas adalah para remaja usia produktif, meski ada juga sejumlah peserta dewasa.
Kegiatan yang dikemas sederhana ini mampu menyedot animo sedikitnya 350 orang.
“Sebelumnya, Polisi dikenal kaku. Melalui kegiatan ini, kita buktikan bahwa Polri, khususnya Polantas bisa lebih membaur dan sama juga seperti masyarakat lain. Sehingga, interaksi serta komunikasi menjadi tanpa sekat,” tandasnya.
Lebih lanjut Kasatlantas menambahkan, sebelum pendakian dimulai, koordinator kegiatan yang merupakan anggota dari unit Kamsel memberikan briefing.
Selain tentang teknis pendakian aman, disisipkan edukasi terkait seluk beluk Operasi Keselamatan Semeru 2026 dan materi berkendara.
Dibuka juga ruang diskusi melalui obrolan ringan di sepanjang perjalanan hingga titik tujuan.
Yakni, Puncak Kahyangan Gunung Wilis dengan ketinggian mencapai 1.529 Mdpl.
“Rute yang dilintasi sepanjang 7 km dengan estimasi total rute pulang dan pergi 14 km. Untuk waktu tempuh perjalanan normal sekitar 7 jam,” imbuh AKP Sony.
Walau demikian, ujarnya, dalam muncak bareng itu, bukan berati tanpa kendala.
Jalur pendakian yang relatif sempit dan licin, menjadi tantangan tersendiri.
Sehingga, kekompakan serta kepedulian antar anggota tim menjadi salah satu faktor penentu bisa sampai di puncak Wilis.
Diharapkan, melalui inisiatif-inisiatif kegiatan yang melibatkan masyarakat, bisa menjadi sarana pembelajaran.
Menambah wawasan, sekaligus menggugah kesadaran personal akan pentingnya keselamatan berkendara.
“Untuk menambah pemahaman bahwa dalam pendakian juga memerlukan hal-hal sebagaimana saat berlalu lintas di jalan umum. Mendidik, kesabaran, kelengkapan mendaki, dan kondisi kesehatan yang prima untuk mendukung keselamatan,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar