Foto: Kondisi siswa/siswi SMA 2 Kudus saat keracunan (Mondes/Istimewa) KUDUS – Mondes.co.id | Badan Gizi Nasional (BGN) menerbitkan surat pemberhentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Purwosari.
Upaya ini dilatarbelakangi dugaan keracunan Makan Begizi Gratis di Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Kudus beberapa hari yang lalu.
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus membenarkan adanya langkah dari BGN tersebut.
BGN telah menginvestigasi ke SPPG Purwosari, yang mana surat penghentian operasional itu ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan serta Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II.
“Pihak BGN pagi tadi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Kedatangan BGN ini untuk melakukan investigasi ke SPPG di Purwosari,” terang pihak DKK Kudus, kemarin.
Penghentian operasional itu sifatnya sementara, hingga hasil pemeriksaan laboratiorium rilis.
Hasil uji laboratorium itu diprediksi muncul hingga 10 hari ke depan.
“Untuk hasil laborat memang agak lama, karena prosesnya menunggu pembiakan kultur. Sehingga hasilnya nanti benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto.
Sebelumnya, sejumlah siswa dilaporkan mengalami diare, muntah, dan mual setelah mengonsumsi MBG pada Rabu, 28 Januari 2026.
Kondisi para siswa kini berangsur membaik.
Nuryanto mengatakan, jumlah siswa yang dirawat terus menurun.
Pada Minggu (1/2/2026), masih terdapat lima siswa yang menjalani perawatan.
“Sebelumnya pada hari Minggu kemarin masih terdapat lima anak yang dirawat. Namun tiga anak sudah diperbolehkan pulang,” ujar Nuryanto.
Ia menjelaskan, hingga Senin (2/2/2026), tinggal dua siswa yang masih dirawat di rumah sakit.
Keduanya masing-masing dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus dan RS Mardi Rahayu.
Sementara itu, Kepala SMA 2 Kudus, Nur Afifuddin, membenarkan bahwa masih ada dua siswanya yang menjalani perawatan. Ia menyampaikan kondisi siswa dalam keadaan stabil.
“Anak-anak tentu masih trauma mas. Mereka tadi sudah bersekolah dan menerima pembelajaran seperti biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk sementara para siswa belum kembali menerima MBG.
Pihak sekolah masih menunggu informasi lanjutan dari pihak terkait.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar