Foto: Kantor Dindikpora Kabupaten Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat infrastruktur pendidikan di wilayahnya.
Memasuki tahun 2026, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora), pemerintah daerah tengah melakukan pendataan dan tindak lanjut terhadap sekitar 300 ruang sekolah yang memerlukan perbaikan.
Upaya ini guna menjamin kenyamanan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sebagai bentuk respons cepat, Dindikpora Kabupaten Rembang telah melayangkan nota dinas kepada Bupati Rembang pada Desember 2025.
Langkah ini diambil untuk memberikan penanganan prioritas pada ruang-ruang sekolah yang mendesak untuk diperbaiki, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca di musim penghujan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dindikpora Kabupaten Rembang, Kapti Prastiyo, mengungkapkan bahwa dari pendataan tersebut, terdapat 11 ruang sekolah yang menjadi fokus utama penanganan awal.
“Sebanyak 11 ruang sekolah kami prioritaskan untuk segera ditangani, meliputi ruang perpustakaan SDN Jambangan (Sarang), ruang kelas SDN Leran dan SDN Jurangjero (Sluke), dua ruang kelas dan kamar mandi SDN Sencangcoyo (Lasem), empat ruang kelas SDN Jeruk (Pancur), serta satu ruang kelas SDN Sendangmulyo (Gunem),” jelas Kapti, Kamis (29/1/2026).
Selain penanganan darurat, Kapti menjelaskan bahwa ratusan ruang sekolah lainnya yang masuk dalam kategori rusak ringan hingga sedang, telah masuk ke dalam daftar pengusulan perbaikan.
Proses ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.
“Ada sembilan ruangan yang memang membutuhkan penanganan secepatnya. Hal itulah yang melandasi penyusunan nota dinas kepada pimpinan,” tambahnya.
Upaya perbaikan ini merupakan kelanjutan dari program berkelanjutan yang telah berjalan.
Pada tahun 2025, Pemkab Rembang sukses merealisasikan program revitalisasi sarana pendidikan pada 60 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Dalam realisasi tahun lalu, total sasaran perbaikan mencapai sekitar 300 ruangan.
Beberapa sekolah mendapatkan alokasi perbaikan lebih dari satu ruang, seperti SDN Tireman yang mendapatkan revitalisasi sebanyak sembilan ruangan.
Dengan langkah-langkah yang terukur dan terencana ini, Pemerintah Kabupaten Rembang optimis dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh siswa, serta tenaga pendidik di Kabupaten Rembang.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar