Foto: Kondisi bangunan terdampak tanah gerak di Dukuh Gobok Kaliori (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Intensitas hujan yang tinggi sepanjang bulan Januari 2026, kembali membawa kabar buruk bagi warga Dukuh Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori.
Fenomena tanah gerak yang dipicu oleh cuaca ekstrem, telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan, serta mengancam keselamatan tempat tinggal warga.
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya empat rumah warga di wilayah tersebut, berada dalam kondisi kritis dan nyaris ambruk.
Peristiwa ini terjadi akibat penurunan permukaan tanah yang cukup signifikan.
Salah satu titik terparah berada di permukiman warga RT 02 RW 01.
Kondisi ini membuat para penghuni rumah diselimuti kecemasan, setiap kali hujan turun.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada dinding bangunan yang retak, tetapi juga pada struktur lantai yang amblas.
Darto, salah satu pemilik rumah yang terdampak, menuturkan bahwa musibah ini bermula dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Kaliori tanpa henti selama beberapa hari terakhir.
”Kondisi ini dipicu hujan kemarin yang tak kunjung reda, Mas. Akibatnya, tanah di sekitar sini turun sekitar satu meteran,” ujar Darto saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan bahwa lantai rumahnya kini sudah tidak lagi rata dan mengalami penurunan kedalaman hingga satu meter.
Membuat bangunan tersebut sangat rentan roboh jika pergerakan tanah terus berlanjut.
Selain permukiman, akses jalan di Dukuh Gobok juga kembali mengalami kerusakan berat.
Padahal, menurut penuturan warga setempat, ruas jalan tersebut sudah berkali-kali diperbaiki oleh instansi terkait.
Namun, karena labilnya struktur tanah dan beban air hujan yang tinggi, aspal jalan kembali retak hingga amblas, sehingga menghambat mobilitas warga sehari-hari.
Ketidakpastian mengenai stabilitas tanah, membuat warga yang terdampak kini hidup dalam ketakutan.
”Kami berharap segera ada penanganan, sebab setiap harinya tanah masih mengalami penurunan. Kami khawatir tiba-tiba rumah kami ambruk saat kami sedang di dalam,” pungkas Darto dengan nada cemas.
Mendengar laporan warga, jajaran pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan bergerak cepat meninjau lokasi bencana.
Tim dari Perangkat Desa Gunungsari, Camat Kaliori, hingga perwakilan dari Palang Merah Indonesia (PMI), telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan asesmen dampak kerugian.
Meskipun peninjauan sudah dilakukan, warga berharap langkah konkret segera diambil, sebelum jatuh korban jiwa.
Mengingat prakiraan cuaca menunjukkan bahwa curah hujan masih akan tinggi di sisa bulan Januari ini.
Warga yang rumahnya mengalami keretakan parah, disarankan untuk berhati-hati jika sewaktu-waktu terjadi longsor.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar