Foto: BPBD Kabupaten Jepara serius membuka jalur alternatif Dukuh Duplak, Desa Tempur ke Sumanding (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Harapan baru bagi masyarakat Desa Tempur pasca bencana.
Pemerintah Kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, serius membuka jalur alternatif Dukuh Duplak, Desa Tempur menuju Desa Sumanding.
Rencana ini telah dilakukan survei awal rute yang akan dilalui, serta mengirimkan surat ke Kepala Administratur Kesatuan Pengelolaan Hutan Pati.
Surat dengan perihal Pembukaan Jalur Alternatif Duplak–Sumanding tertanggal 22 Januari 2026, telah dikirim langsung ke Pati dengan tembusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur Jateng, serta Bupati Jepara sebagai laporan.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, pembukaan jalur alternatif didasarkan atas berbagai pertimbangan.
“Saat ini, Desa Tempur hanya memiliki satu akses jalan keluar masuk yang saat ini terisolasi karena jalan Damarwulan–Tempur terputus,” terangnya, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Balai Jalan Nasional, rute Damarwulan–Tempur ini rawan langsor.
Bahkan, telah beberapa kali mengalami longsor.
Di samping itu, pembukaan jalur alternatif ini juga berdasarkan arahan Kepala BNPB saat mengunjungi lokasi bencana pada 16 Januari 2026, serta petunjuk Bupati Jepara untuk segera membuka jalur Tempur–Sumanding.
“Jalur ini yang paling memungkinkan, walaupun masih ada sekitar 1.500 meter yang belum tersambung,” urai Arwin Noor Isdiyanto.
Selanjutnya, untuk menindaklanjuti rencana ini, ia mengajukan izin ke Perhutani untuk membuka jalur yang masih buntu dan akan dilebarkan agar dapat dilewati kendaraan roda 4, sebagai jalur alternatif masyarakat desa Tempur.
Untuk kesiapan rencana ini, maka bersama Kepala DPUPR Kabupaten Jepara, BPBD Jepara telah melakukan survai rute jalan alternatif Tempur–Sumanding.
Wakil Ketua DPRD Jepara, Junarso menilai rencana tersebut sebagai langkah strategis dan penting untuk masa depan masyarakat Tempur.
“Sebab selama ini jalur Tempur–Damarwulan yang menjadi jalan utama, seringkali longsor hingga masyarakat tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi,” ujar Junarso.
Menurut Junarso, jika nanti rencana itu terwujud, ada banyak keuntungan.
Bukan saja membuka jalur alternatif, tetapi juga memperluas akses jalur ekonomi, khususnya kebun kopi, serta akses wisata alam dan agro.
“View Jepara jika dilihat dari Watu Gambang juga sangat eksotis,” terang Junarso.
Jika nanti diperlukan, DPRD tentu akan mendukung melakukan komunikasi dengan pihak Perhutani, maupun dengan Menteri Kehutanan.
Hal ini karena jalan alternatif itu semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjamin keselamatan masyarakat.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar