HAPPY NEW YEAR

Petir Menghujam Napas Kehidupan, Kisah Maslikan dan Ketabahan Nelayan Jepara 

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Jan 2026 18:26 0 35 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Laut bagi masyarakat pesisir Jepara adalah napas kehidupan.

Namun, terkadang laut dan langit punya cara sendiri untuk menguji ketabahan mereka.

Suasana haru sekaligus lega menyelimuti ruang kerja Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, saat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi lima nelayan yang baru saja dihantam musibah.

Maslikan, warga RT 08 RW 02 Kelurahan Jobokuto, tampak mencoba menyimak percakapan dengan seksama.

Bagi Maslikan, suara guntur kini bukan lagi sekadar bising cuaca, melainkan pengingat akan peristiwa mengerikan di perairan sekitar Pulau Panjang beberapa waktu lalu.

Saat itu, hanya berselang setengah jam berangkat dari dermaga, petir tiba-tiba menghujam perahunya.

Sambaran itu mengenai panel tenaga surya dan merambat hingga membakar bibir, dada, dan telinganya.

“Masih sering sakit di telinga kiri, pendengaran juga belum normal. Dulu sesaat setelah kejadian sempat mengeluarkan darah,” ungkapnya, Rabu (21/1/2026).

Setelah lima hari berjuang di RSUD Kartini, Maslikan kini harus menjalani hari-hari pemulihan.

Bantuan dari BAZNAS ini baginya adalah penyambung napas di tengah kondisi fisik yang belum memungkinkan untuk kembali menjaring rezeki di tengah laut.

Kisah pilu juga datang dari wilayah utara Jepara, tepatnya dari Kecamatan Donorojo.

Empat nelayan Ah Roihan warga RT 4 RW 2 Desa Ujungwatu, Mustakim warga RT 4 RW 2 Desa Clering, Muhammad Khafid warga RT 5 RW 3 Desa Clering, serta Supardi warga RT 05 Rw 02 Desa Clering.

BACA JUGA :  Lima Peserta PPPK Kudus Dibatalkan Kelulusannya oleh BKPSDM

Keempat nelayan ini harus merelakan alat produksi mereka rusak parah.

Bukan karena ombak besar, melainkan karena banjir yang merendam permukiman dan tambatan perahu mereka.

Air yang meluap, menyebabkan kapal-kapal mereka terendam hingga tenggelam, menyisakan kerugian material yang tidak sedikit bagi para kepala keluarga ini.

Penyaluran bantuan yang dilakukan, menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat dalam merespons cepat kemalangan warga.

Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara Sholih, mdngatakan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban nelayan yang terkena musibah di tengah musim yang tidak bersahabat.

“Semoga dapat meringankan beban biaya pengobatan maupun membantu biaya perbaikan sarana melaut bagi para nelayan dari Donorojo,” kata Sholih.

Lebih lanjut, Sholih berpesan agar para nelayan lebih berhati-hati dalam melaut.

Jika memang kondisi cuaca tidak memungkinkan, maka lebih baik menunda terlebih dahulu aktivitas melaut.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini