HAPPY NEW YEAR

Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Ekonomi, Nelayan Jepara Harap Bantuan Pangan

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Jan 2026 18:06 0 38 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda perairan Jepara dalam dua pekan terakhir, telah memutus mata pencaharian ratusan nelayan.

Akibat kondisi alam yang tidak menentu, para nelayan terpaksa menyandarkan kapal mereka dan kehilangan sumber penghasilan utama.

Berdasarkan data dari Kelompok Nelayan Kartini Maritim, kondisi ini berdampak langsung pada setidaknya 314 nelayan di Kelurahan Ujungbatu.

Jumlah ini diprediksi jauh lebih besar jika digabungkan dengan nelayan dari wilayah sekitar seperti Kelurahan Jobokuto, Demaan, dan Bulu.

Ahmad Romdhoni, perwakilan dari Kelompok Nelayan Kartini Maritim, mengungkapkan bahwa laut yang biasanya menjadi ladang nafkah, kini tak bisa didekati.

Selama lebih dari 14 hari, para nelayan hanya bisa mengisi waktu dengan melakukan perawatan alat tangkap.

“Sebagian nelayan mengisi hari-hari dengan maintenance alat tangkap, seperti merajut kembali jaring-jaring yang sudah rusak. Hanya itu yang bisa dilakukan sambil menunggu cuaca membaik,” ujar Romdhoni, Rabu (21/1/2026).

Berhentinya aktivitas melaut, berbanding lurus dengan terhentinya pemasukan.

Mengingat melaut adalah satu-satunya keahlian dan sumber pendapatan warga, banyak keluarga nelayan kini mulai menjerit karena beban ekonomi yang semakin berat.

Kebutuhan pokok sehari-hari menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi di tengah badai.

Mewakili suara para nelayan, Romdhoni berharap pemerintah memberikan perhatian khusus atas dampak cuaca ekstrem ini.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama bantuan berupa sumbangan Sembako. Minimal, bantuan tersebut bisa meringankan kebutuhan pokok keluarga nelayan selama cuaca ekstrem ini berlangsung dan kami belum bisa melaut kembali,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Ini Faktor SMK Kesuma Margoyoso Raih Peringkat 2 Penghargaan Adiwiyata Jateng

Hingga berita ini diturunkan, cuaca di pesisir Jepara masih terpantau fluktuatif dengan gelombang yang cukup tinggi, sehingga belum memungkinkan bagi kapal-kapal kecil untuk berlayar dengan aman.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini