HAPPY NEW YEAR

Berikut Data Warga Terdampak Banjir di Pati

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Jan 2026 16:34 0 79 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Banjir di awal tahun 2026 sampai saat ini masih terjadi di 12 kecamatan wilayah Kabupaten Pati.

Hingga hari ini, Senin (19/1/2026), belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Berdasarkan data yang disampaikan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, ada sebanyak 62.179 jiwa dan 16.933 rumah terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, memaparkan banjir kali ini akibat intensitas hujan yang tinggi.

Sehingga membuat Sungai Silugonggo dan sungai-sungai lainnya meluap dan menggenangi rumah warga.

“Bencana hidrometeorologi mulai Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB hujan sangat deras. Kejadian hujan ini berlanjut sampai saat ini, meskipun intensitasnya turun, tetapi di daerah hulu masih hujan deras, sehingga dampaknya masih terasa,” ungkapnya, hari ini.

Data Banjir Pati

Data banjir yang disajikan berdasar pada informasi dari BPBD Kabupaten Pati.

  1. Dukuhseti

Berdampak pada 15323 jiwa, 565 hektar sawah, 5102 rumah, 303 hektar tambak.

Adapun desa yang terendam yakni Alasdowo, Tegalombo, Kembang, dan Dukuhseti.

2. Juwana

Berdampak pada 11895 jiwa, 449 hektar sawah, 2922 rumah.

Desa yang terendam yakni Tluwah, Jepuro, Kedungpancing, Bumirejo, dan Doropayung.

3. Pati Kota

Berdampak pada 10.275 jiwa, 472 hektar sawah, 1707 rumah.

Desa yang terendam yakni Sugiharjo, Mustokoharjo, Dengkek, Geritan, Sinoman, Widorokandang, dan Purworejo.

4. Jakenan

Berdampak pada 8167 jiwa, 1273 hektar sawah, 2022 rumah.

Desa yang terendam yakni Tondomulyo, Karangrowo, Sidoarum, Ngastorejo, dan Bungasrejo.

5. Gabus

Berdampak pada 4.693 jiwa, 731 hektar sawah, 1335 rumah.

BACA JUGA :  Motif Asmara Diduga Jadi Pemicu Penikaman Perempuan di Jepalo, Pelaku Coba Bunuh Diri

Desa yang terendam yakni Tanjang, Babalan, Banjarsari, Gempolsari, dan Mintobasuki.

6. Wedarijaksa

Berdampak pada 4095 jiwa, 685 rumah dan merendam Desa Ngurenrejo, Pagerharjo, dan Ngurensiti.

7. Sukolilo

Berdampak pada 3501 jiwa, 2860 hektar sawah, 975 rumah.

Adapun desa yang terendam yakni Desa Kasiyan dan Poncomulyo.

8. Tayu

Berdampak pada 2.393 jiwa, 64 hektare sawah, 1.067 rumah dan merendam Desa Margomulyo dan Sambiroto.

9. Margorejo

Berdampak pada 1.127 jiwa, 229 hektar sawah, 535 rumah dan merendam Desa Jimbaran, Bumirejo, dan Jambean.

10. Margoyoso

Berdampak pada 276 jiwa, 137 hektar sawah, 474 rumah. Serta merendam Desa Bulumanis Kidul.

11. Kayen

Berdampak pada 525 hektar sawah dan 155 jiwa. Serta merendam Desa Talun dan Pasuruhan.

12. Batangan

Merendam 115 rumah  yang berada di Desa Raci, Ketitang, dan Ngening.

Meskipun di dua kecamatan yakni Winong dan Tambakromo sudah surut dari luapan Sungai Godo, ia meminta warga tetap waspada.

Khususnya bagi mereka yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Silugonggo untuk terus waspada akan kemungkinan kenaikan air, mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini