Foto: Salah satu pedagang es di Kabupaten Pati (Mondes/Supriyanto) PATI – Mondes.co.id | Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah bagian timur dalam beberapa pekan terakhir, mulai berdampak pada sektor ekonomi mikro.
Para pedagang minuman dingin atau es yang biasanya meraup untung di tengah cuaca terik, kini harus gigit jari.
Pada musim hujan seperti ini, omzet penjualan mereka terjun bebas.
Menjadi keluhan merata oleh para pelaku usaha kecil di Kabupaten Pati hingga Rembang.
Perubahan cuaca yang ekstrem, membuat minat masyarakat untuk mengonsumsi minuman dingin menurun drastis.
Seperti halnya di Desa Trolu, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.
Salah satu pedagang es, Jingga Safira, mengungkapkan keresahannya.
Menurutnya, hujan yang turun hampir setiap hari dalam sepekan terakhir, membuat kedainya sepi pengunjung.
“Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir membuat pembeli jarang memesan es, Mas. Semenjak cuaca mendung dan hujan melanda, kami dan rekan-rekan pedagang es lainnya mengalami penurunan yang sangat signifikan,” ujar Jingga saat dikonfirmasi di lapaknya, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, penurunan omzetnya tidak main-main.
Jika biasanya bisa menjual ratusan porsi dalam sehari, kini angkanya terpangkas separuh.
“Kalau di warung kami sendiri, penurunan omzetnya mencapai 50 persen. Masyarakat lebih memilih minuman hangat saat cuaca dingin seperti ini,” keluhnya.
Fenomena ini menjadi siklus tahunan yang berat bagi para pedagang minuman dingin.
Kini, para pedagang di Pati hanya bisa berharap cuaca kembali bersahabat atau setidaknya intensitas hujan tidak terus-menerus terjadi sepanjang hari.
Sehingga roda perekonomian mereka bisa kembali berputar normal.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar