Foto: Kholifah sekeluarga sedang membersihkan rumahnya pasca dilanda banjir (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Pada Jumat, 9 Januari 2026 lalu, jadi salah satu hari yang menghantui warga Desa Bulumanis Kidul.
Salah satunya yakni Kholifah sekeluarga.
Malam itu, untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, rumahnya kembali porak-poranda.
Tak hanya meninggalkan kerugian harta benda yang tak terkira jumlahnya, peristiwa itu juga menyisakan trauma yang mendalam bagi kedua anaknya.
Saat itu, Kholifah sedang menyiapkan pesanan katering di tengah cuaca hujan dengan intensitas tinggi berdurasi lama.
Namun, gemuruh banjir bandang yang tiba tanpa peringatan, langsung menghujam jantungnya.
Kejadian 2022 lalu saat rumahnya hilang pun muncul kembali, peristiwa memilukan berbuah kepanikan.
“Ngeri banget, semua pada roboh, mobil tertimpa kanopi, suara airnya, Ya Allah. Ngeri,” tuturnya,
Saat awal kejadian, ia sekeluarga sudah berada di teras rumah untuk bersiap-siap menyelamatkan diri.
Namun, air bah datang begitu cepat, hingga Kholifah harus merelakan barang-barang berharganya tak terselamatkan, termasuk alat-alat usaha.
“Pas kejadian saya sudah di teras rumah bersama anak-anak. Tidak bisa nyebrang, keluar dari rumah sudah kayak laut. Enggak ada yang bisa diselamatkan, barang berharga mesin cuci, kulkas hilang semua,” ungkapnya.
Ia bahkan melihat ibu dan adiknya terseret arus banjir bandang yang begitu deras.
Pada akhirnya, ia bersyukur karena keduanya akhirnya selamat.
“Banjir bandang kali ini seperti luka lama belum sembuh, kemudian terulang lagi. Anak trauma semua, sekarang anak saya kalau ada hujan deras menangis,” ucap Kholifah.
Saat ini ia mulai membersihkan rumah yang temboknya runtuh di sana-sini.
“Ya, istilahnya baru mulai tertata lagi usaha katering saya. Bahkan malam itu saya baru membuat pesanan bolu untuk dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), tapi ini hilang semua,” kata Kholifah.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar