HAPPY NEW YEAR

Bulog dapat Lahan Hibah di Pati Seluas 5,2 Hektar

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Jan 2026 17:24 0 51 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Kabupaten Pati didatangi oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) hari ini, Kamis, 15 Januari 2026.

Kedatangan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Transformasi Perum Bulog Prof. Sudarsono Hardjosoekarto, dalam rangka penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

MoU itu terkait hibah tanah yang diberikan oleh Pemkab Pati kepada Perum Bulog sebagai dukungan program strategis nasional di sektor ketahanan pangan.

Bupati Pati Sudewo pun menyambut hangat Prof. Sudarsono Hardjosoekarto di Pendopo Kantor Bupati Pati.

Kedua belah pihak akhirnya bersepakat untuk berkolaborasi mendukung pembangunan 100 lokasi infrastruktur pasca panen di seluruh wilayah Indonesia.

Diketahui, lahan seluas 5,2 hektar itu, dihibahkan untuk Perum Bulog.

Mencakup dua lokasi strategis, yaitu di Desa Kayen dengan luas 2 hektar dan Desa Margoyoso dengan luas 3,2 hektar.

Kedua titik tersebut dipilih karena menjadi kawasan sentra pertanian padi terbesar, bahkan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lokasinya dinilai ideal untuk membangun fasilitas logistik pangan.

Sudewo menunjukkan komitmen bahwa Pemkab Pati berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami berkomitmen menyediakan lahan strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan bangsa,” ungkapnya.

Proyek hibah tanah ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dalam rangka percepatan pembangunan 100 lokasi infrastruktur pasca panen yang ditargetkan mulai pembangunan pada tahun 2026.

Program tersebut arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional dan meningkatkan daya serap hasil panen petani Indonesia.

BACA JUGA :  Ternyata Begini Alasan Festival Thong-Thong Lek Rembang 2025 Digelar Keliling

“Fasilitas infrastruktur pasca panen yang rencananya akan dibangun, antara lain gudang penyimpanan, sentra penggilingan padi, gudang penyimpanan beras dan jagung, serta pabrik tepung beras ataupun jagung. Dengan fasilitas ini, diharap kualitas hasil panen dapat terjaga dari hulu sampai hilir, sekaligus mengurangi kehilangan hasil pasca panen atau post-harvest losses,” lanjutnya.

Perum Bulog menyampaikan bahwa pembangunan gudang baru ini bukan semata soal pembangunan fisik.

Namun, menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Infrastruktur yang dibangun akan dilengkapi fasilitas modern, seperti pengering (dryer), unit penggilingan (Rice Milling Unit/RMU), silo, dan teknologi penyimpanan terbaru menyesuaikan kebutuhan setempat.

Program ini didanai melalui Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2026.

Peletakan fondasi dilakukan untuk menjawab tantangan tahun panen mendatang dan sebagai jawaban atas meningkatnya produksi beras nasional yang diproyeksikan terus mengalami peningkatan.

Perum Bulog yakin, kehadiran infrastruktur ini akan memperkuat rantai pasok logistik pangan, mengefisienkan biaya distribusi, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun konsumen.

Hal ini penting, mengingat Indonesia telah mencapai swasembada beras, namun tetap membutuhkan sistem penyimpanan dan distribusi yang unggul untuk menjaga ketersediaan sepanjang tahun.

Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan bahwa kemitraan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) seperti Kabupaten Pati, merupakan model kerja sama yang diharapkan dapat direplikasi di banyak kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi ini memperkuat sinergi pusat-daerah, demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Sudarsono.

Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi perwujudan strategi nasional infrastruktur pangan.

Ke depan, Bulog bersama jajaran Pemda akan segera memulai perencanaan teknis pembangunan untuk memastikan fasilitas ini dapat mulai dibangun dan beroperasi sesuai target nasional.

BACA JUGA :  Mediasi Berakhir Ngambang, Petani Yakin Bupati Segera Atasi Sengketa Lahan Pundenrejo

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini