HAPPY NEW YEAR

Tiga Ribu Warga Terdampak Banjir dan Longsor Desa Tempur

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Jan 2026 08:43 0 57 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga di Desa Tempur, Kecamatan Keling terdampak banjir dan longsor.

Dari jumlah tersebut, tersebar di enam dukuh desa.

Mereka terisolir akibat terputusnya akses jalan secara total.

Berbagai upaya dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, bersama TNI/Polri, masyarakat dan relawan untuk membuka akses menuju wilayah tersebut.

BPBD Kabupaten Jepara menerbitkan Laporan Situasi (SITREP) resmi yang mengungkap skala kerusakan bencana tanah longsor Desa Tempur, Kecamatan Keling.

Laporan ditujukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gubernur Jawa Tengah.

Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan berdasarkan hasil rapid assessment, bencana yang dipicu hujan intensitas tinggi sejak Jumat (9/1/2026), telah menyebabkan 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat hingga kritis.

Titik terparah berada di lokasi pertigaan samping spot foto “Selamat Datang”, badan jalan hilang total sepanjang 50 meter karena tergerus aliran Sungai Gelis.

“Titik kritis lain berada di lokasi Jembatan Mbah Sujak, jalan terkikis sedalam 6 meter akibat sungai yang berpindah aliran,” terangnya kemarin.

Menurut Arwin, kerusakan tidak hanya pada akses transportasi.

SITREP mencatat 6 unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari tergenang lumpur hingga rusak total.

Jaringan listrik di Desa Tempur juga padam total akibat satu tiang listrik roboh dan satu lainnya miring.

Dikatakan Arwin, ekonomi turut terdampak dengan puluhan hektar area persawahan sepanjang Sungai Gelis dilaporkan hanyut.

Data rinci mengenai kerugian pertanian masih dalam pendataan.

BACA JUGA :  Jual Kembang Tabur di Jalanan, Jadi Usaha Musiman Saat Momen Keagamaan

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya-upaya darurat untuk mengatasi segera.

Tim BPBD telah melakukan koordinasi, asesmen, pembersihan manual dengan alat konvensional (Alkon), membuka dapur umum, dan mengerahkan excavator.

Namun, akses jalan utama masih tertutup.

“Pembersihan material longsor di titik pertama dilakukan malam tadi namun belum selesai karena kondisi cuaca,” ujarnya.

Kendala utama adalah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan dan banyaknya material batu besar yang masih berjatuhan.

BPBD Jepara menyampaikan kebutuhan mendesak untuk segera mengatasi isolasi dan memulihkan akses.

Kebutuhan utama tersebut adalah tambahan alat berat (Excavator tipe PC-75) untuk menangani material besar, Alkon untuk mempercepat pembersihan, dan logistik untuk menjamin pasokan bagi ribuan warga terdampak.

Selanjutnya, dikatakan rencana pembersihan dan pembukaan akses dilanjutkan dengan tetap mempertimbangkan keselamatan tim dan kondisi cuaca.

Editor:  Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini