Foto: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berdiskusi usai nobar Film Tambang Emas Ra Ritek (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ajak warga nonton bareng (nobar).
Yakni dengan film karya kreator lokal Trenggalek yang sempat menyabet penghargaaan Piala Citra FFI 2025 kategori film dokumenter panjang terbaik.
Sineas tersebut mengangkat isu perjuangan warga untuk menolak eksploitasi tambang emas di daerahnya.
Dokumenter berdurasi lebih dari 1 jam itu membawa misi untuk menumbuhkan kesadaran publik tentang pentingnya perlindungan lingkungan hidup.
Disampaikan Nur Arifin usai nobar, bahwa salah satu potensi yang muncul dengan adanya tambang emas adalah rusaknya sumber mata air.
Padahal, seluruh aktivitas manusia tidak bisa lepas dari ketersediaan air.
“Saat sumber air rusak, manusia akan susah, sebab dalam aktivitasnya tidak mungkin lepas dari air,” ungkap bupati muda ini.
Dia juga meyakinkan masyarakat untuk tidak meragukan komitmennya terhadap penolakan eksploitasi tambang emas di Bumi Menak Sopal.
Bahkan, demi mendukung itu, secara teknis akan dimasukkan dalam penyusunan Perda RJPD dengan visi misi mewujudkan Net Zero Karbon 2045.
Artinya, rencana pembangunan jangka panjang Kabupaten Trenggalek tetap selaras untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan ekologi.
“Meski saya sudah tidak jadi bupati nanti, komitmen menjaga alam akan terus berlanjut. Masyarakat sebagai penguasa mutlak kedaulatan juga harus ikut mengawal,” tandasnya.
Sementara itu, sutradara Alvina N. A (pembuat film dokumenter) berharap agar Film Tambang Emas Ra Ritek bisa diputar di seluruh wilayah Trenggalek.
Sehingga edukasi dan informasi semakin luas tersebar, terutama mengenai dampak dari beroperasinya tambang.
“Ketika semakin banyak warga yang melihat film ini, setidaknya informasi edukasi bisa menjadi bahan pengetahuan mereka tentang dampak tambang,” pungkas Alvina.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar