dirgahayu ri 80

Pelatihan Batik di Lapas Pati Resmi Ditutup

waktu baca 2 menit
Jumat, 29 Agu 2025 17:21 0 91 Vindi Agil

PATI – Mondes.co.id | Program pelatihan membatik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati resmi ditutup pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Pembinaan bagi warga binaan itu telah dimulai sejak 20 Agustus lalu.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan dan Peningkatan Pendayagunaan WBP untuk Menghasilkan Produk UMKM” ini, merupakan hasil kerja sama antara Lapas Pati dengan SMKN 3 Pati.

Kegiatan diikuti oleh 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya pembinaan.

Ia menyampaikan bahwa keterampilan membatik yang diberikan, bukan hanya sebagai bekal teknis semata.

Melainkan juga sebagai media pelestarian budaya dan penguatan potensi ekonomi kreatif bagi warga binaan.

“Batik adalah salah satu warisan budaya yang tak ternilai. Melalui pelatihan ini, kami berharap para WBP tak hanya mampu berkarya, tapi juga bisa menjadikan keahlian ini sebagai jalan untuk membangun masa depan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Suprihadi.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan bimbingan intensif dari para instruktur SMKN 3 Pati.

Mereka diajarkan mulai dari tahap awal seperti menggambar pola, melukis di atas kain, hingga teknik pewarnaan batik.

Proses ini dijalani dengan penuh semangat oleh para warga binaan yang terlihat antusias dalam mengembangkan kreativitas mereka.

Fredy, perwakilan dari SMKN 3 Pati, turut mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, pelatihan membatik tidak hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri serta semangat berwirausaha bagi para peserta setelah masa pidana mereka usai.

BACA JUGA :  Siapkan Rp4 Miliar, Revitalisasi Alun-alun 1 Jepara Segera Dilaksanakan

Dengan selesainya kegiatan ini, Lapas Pati berharap karya batik hasil tangan para WBP dapat berkembang menjadi produk unggulan UMKM yang mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.

Selain sebagai bentuk nyata dari program pembinaan kemandirian, inisiatif ini juga mendukung pelestarian budaya batik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah Pati.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini