HAPPY NEW YEAR

9 Kecamatan di Pati Kena Terjangan Banjir dan Longsor

waktu baca 2 menit
Sabtu, 10 Jan 2026 15:12 0 145 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Bencana alam banjir dan longsor kembali menerjang Kabupaten Pati.

Berdasarkan keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, ada 9 kecamatan yang terdampak.

Sebagai informasi, bencana hidrometeorologi terjadi sejak Jumat (9/1/2026) sampai hari ini, Sabtu (10/1/2026).

Bencana banjir maupun longsor menerjang kawasan lereng Gunung Muria dan pesisir Kabupaten Pati.

Di antaranya Kecamatan Dukuhseti, Gembong, Margorejo, Margoyoso, Pati Kota, Tayu, dan Wedarijaksa terkena terjangan banjir.

Sementara, tanah longsor terjadi di tiga kecamatan.

“Sedangkan, tanah longsor ada di Gunungwungkal, Tlogowungu, dan Gembong (tepatnya Desa Klakahkasihan),” paparnya.

Sejauh ini, BPBD Kabupaten Pati masih melakukan asesmen bencana.

Ia memperkirakan, ada puluhan desa yang terkena dampak bencana alam kali ini.

“Kalau jumlah desanya puluhan desa. Di Pati Kota saja itu mulai Sidokerto, Kalidoro, Pati Wetan, Sidoharjo, Dengkek, Widorokandang, itu yang Pati Kota. Margorejo juga ada. Pati dan Margorejo saja sudah 10 desa lebih, belum yang lain,” ungkapnya menjawab pertanyaan awak media.

Paling parah, banjir terjadi di Desa Bulumanis Kidul dan Desa Tunjungrejo yang berada di Kecamatan Margoyoso.

Dampaknya, ratusan rumah warga terendam banjir.

“Yang parah Bulumanis Kidul, Tunjungrejo. Ada sejumlah tanggul yang rusak,” imbuhnya.

Di samping itu, tanah longsor paling parah terjadi di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu.

Terdapat 13 titik longsor di desa yang berlokasi di lereng Gunung Muria.

Perlu diinformasikan, peristiwa banjir dan tanah longsor disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur sejak Jumat sore sampai hari ini.

BACA JUGA :  Haul Mbah Buyut Panggang, Perpaduan Religi dan Budaya

Sedangkan bencana mulai terjadi pada Jumat malam hingga siang ini.

Fenomena ini mengakibatkan beberapa tanggul rusak dan rumah hancur.

Lumpur, sampah, dan material bangunan turut terseret oleh derasnya arus banjir bandang.

Saat ini, kondisi air sudah mulai berangsur surut, tetapi masih menyisakan material bekas banjir.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini