Foto: Petani jagung di Wukirsari (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Kepala Desa (Kades) Wukirsari, M. Sulistiono menyampaikan jika petani jagung setempat telah mendapatkan bantuan racun tikus dari pemerintah.
Ia menyebut, ada 4 kuintal bantuan rodhentisida yang diterima oleh petani Desa Wukirsari.
Bantuan berasal dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati dan Kementerian Pertanian (Kementan).
“Bantuan dari kabupaten (Dinas Pertanian) 2 kuintal, sekitar 2 kuintal dari Kementan juga. Kalau kurang bisa ditambah ke depannya,” urainya kepada Mondes.co.id, Selasa, 6 Januari 2026.
Namun, pihaknya mengaku jika petani jagung tidak mendapat asuransi pertanian dari pemerintah.
Pasalnya, yang ia ketahui, asuransi pertanian hanya diberikan kepada petani yang lahan pertaniannya terkena banjir.
“Belum ada asuransi atau garansi lainnya belum. Biasanya kalau banjir kan dapat, tapi ini (serangan hama tikus) belum ada,” katanya.
Sementara, Kepala Dispertan Kabupaten Pati Ratri Wijayanto, menyebut rodhentisida telah diberikan kepada petani jagung di daerah yang terkena dampak serangan tikus, utamanya komoditas jagung.
Ia juga mengonfirmasi bahwa pemerintah belum ada pengadaan asuransi pertanian bagi petani jagung yang terdampak hama tikus.
“Memang kami belum bisa bantu memfasilitasi asuransi. Namun, kami sudah berupaya meminta bantuan pestisida berupa rodhentisida atau racun tikus ke Kementan,” terangnya.
Selain itu, pada kemarin, pihak Kementan telah meninjau lokasi lahan jagung di Desa Wukirsari yang diserang tikus.
Upaya pengendalian hama tikus dilakukan dengan cara terjun ke lokasi lahan.
Kementan bersama aparatur desa dan warga Desa Wukirsari berjibaku memasang pestisida pembasmi tikus.
Mereka pun berupaya mengatur strategi untuk penanaman jagung di musim tanam berikutnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar