ramadan 2026

Waspada, Begini Tanda Badan Terkena Chikungunya

waktu baca 3 menit
Kamis, 26 Feb 2026 16:17 0 37 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Kepala Desa (Kades) Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Sumadi, menceritakan jika warga desanya terserang penyakit chikungunya.

Ia mendapati laporan beberapa warganya merasa panas, pusing, dan pegal sekujur tubuh.

Menurutnya, warga tersebut telah didiagnosa chikungunya oleh dokter, sehingga harus mendapat penanganan intensif.

“Warga ngeluh badannya pegal semua, panas kayak kena chikungunya sekitar empat orang. Mau difogging dulu, takutnya nanti menyebarkan ke RT lain,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Menanggapi adanya informasi tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati ,menuturkan bahwa penularan chikungunya terjadi secara cepat.

Kendati demikian, chikungunya tidak sampai menimbulkan kematian.

“Chikungunya itu ndak bisa dikatakan wabah karena tidak penyakit yang sampai bahaya menyebabkan kematian, tapi penularannya cepat. Setiap ada tetangga bisa cepat kena karena lewat nyamuk,” jelasnya saat ditemui Mondes.co.id, Kamis, 26 Februari 2026.

Mirisnya, penyakit ini hingga menyebabkan penderita mengalami lumpuh sementara waktu.

Ia pun membeberkan tanda-tanda penyakit chikungunya.

“Gejalanya seperti flu yaitu sakit, pegal, nyeri, pusing, cuma karena tidak termasuk penyakit berbahaya, sampai saat ini penanganan tidak sekuat DBD (Demam Berdarah Dengue). Gejala chikungunya nyeri bisa lama sekali, kalau orang tua sampai tidak bisa jalan, yang bikin heboh kayak lumpuh. Nyerinya di sendi, punggung,” ungkap Salis.

Ia menerangkan bahwa penyembuhan penyakit chikungunya bisa lebih dari satu pekan.

Penyakit ini sendiri disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

“Penyakit ini bisa satu mingguan. Sampai saat ini tidak ada informasi yang menyebabkan kematian, kecuali ada penyakit penyerta seperti ginjal dan jantung,” ujarnya.

BACA JUGA :  Banjir Kaligawe Semarang Mulai Mengering, Upaya Penanganan Terus Berlanjut

Terupdate pada Januari 2026 terdapat 15 kasus chikungunya yang dihimpun dari data Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tiap wilayah binaan.

Penyakit ini paling banyak menyerang lansia karena daya tahan tubuh yang turun.

“Chikungunya di Januari ada 15 kasus yang masuk di laporan kami. Biasanya menyerang lansia dan anak-anak karena daya tahan kurang kuat, kalau gak kuat bikin syok. Terbanyak di wilayah Puskesmas Jaken dan wilayah Puskesmas Tayu I yang masing-masing 5 kasus,” sebutnya.

Masa-masa maraknya chikungunya datang pada perubahan cuaca.

Pasalnya, telur nyamuk akan menetas dengan mudah jika cuacanya mendukung.

“Penyebaran nyamuk banyak terutama fase musim kayak gini, musim penghujan seperti hujan yang tidak terus-menerus, sehingga telur nyamuk bisa jadi menetas. Pada musim tanam kayak gini juga nyamuk banyak sekali, karena habitat dan perindukkannya sama-sama di genangan,” paparnya.

Ia mengimbau jika chikungunya telah menyerang, maka sebaiknya penderita mengonsumsi obat sesuai kebutuhan penanganan keluhannya.

Namun, ia mengedapankan langkah pencegahan di awal sebelum Chikungunya menularkan ke banyak penderita.

“Semisal sudah kena pengobatan sesuai keluhan. Kalau saya lebih prefer ke pencegahannya,” ungkapnya.

Ia meminta agar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan secara rutin dan intensif.

Beberapa langkah dengan membersihkan lingkungan harus maksimal di mana pun.

“Pokoknya sarang-sarang nyamuk diberantas dengan PSN agar lingkungan bersih. PSN harus rutin, tidak hanya sekali bahkan ada edaran setiap hari Jumat lingkungan kantor kerja, kantor desa, kantor kecamatan, ndak harus di rumah,” pesannya.

Ia pun menilai PSN jauh lebih efektif dibandingkan fogging.

Masyarakat harus paham bahwa fogging menyebabkan banyak efek samping.

“Sekarang masyarakat minta fogging, padahal tidak efektif karena fogging hanya menunjukkan nyamuk dewasa, padahal yang harus dibunuh sejak telur. Itu efeknya insektisida, bisa resisten nyamuknya, dan pencemaran udara,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Tarif Parkir di Jepara Naik, Berapa Besarannya? 

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini