Foto: Audiensi penyelenggaraan Gerakan Santri Menulis (GSM) di Semarang (Mondes/Istimewa) SEMARANG – Mondes.co.id | Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menilai keterampilan menulis bagi kalangan santri sangat diperlukan di era kini.
Terutama menjawab tantangan derasnya informasi yang berkembang pada era digital.
Hal itu disampaikan usai menerima audiensi penyelenggara Gerakan Santri Menulis (GSM) di Semarang, kemarin.
“Jadi, kalau pesantren diajak untuk melaksanakan pelatihan ini, saya rasa sudah benar. Karena di pesantren sudah ada pembelajaran terkait pertanggungjawaban keabsahan tulisan yang sangat ketat, seperti kalau kita bicara tentang riwayat hadis, ada matan hadis dan sebagainya,” katanya.
Apalagi, pria yang akrab disapa Gus Yasin, menyatakan media era digital ini orang dengan mudah menyebarkan beragam informasi melalui berbagai platform.
Ditambah lagi perkembangan teknologi melalui Artifical Intellegence (AI) yang bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Karenanya, Gus Yasin menambahkan, pelatihan jurnalistik sejalan dengan upaya mencegah hoaks di tengah masyarakat.
Di dalamnya, diajarkan kode etik, serta aturan jurnalistik yang harus ditaati.
Gus Yasin menambahkan, Gerakan Santri Menulis (GSM) akan mendukung Program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, yaitu Pesantren Obah.
Program ini membuka peluang santri untuk menempuh pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri melalui beasiswa.
Ketika menempuh pendidikan tinggi, lanjut dia, mengharuskan mahasiswa bisa menulis dengan baik.
“Melalui pelatihan ini, akan membantu santri agar terbiasa dengan penulisan,” kata Gus Yasin.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko, menjelaskan GSM pada tahun ini akan diikuti oleh 17 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.
Dalam pelatihan ini, para santri dibekali keterampilan dasar jurnalistik, teknik menulis berita dan opini, strategi menyusun konten media yang menarik dan relevan, teknik public speaking, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah dan penyebaran pesan-pesan kebaikan.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar