HAPPY NEW YEAR

Viralnya Kasus Dugaan MBG Basi di Trenggalek Sudah Sampai ke BGN

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Feb 2026 15:36 0 60 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondes.co.id | Kasus viralnya ratusan porsi makanan diduga basi yang dibagikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Ngantru 3 Trenggalek, terus bergulir.

Pasalnya, peristiwa tersebut telah memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya para orang tua dari siswa penerima manfaat.

Menyikapi kejadian itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Trenggalek pun segera mengambil langkah agar tidak terjadi pengulangan serupa.

Apalagi, dampak yang ditimbulkan ketika tidak ada penanganan, bisa sangat membahayakan.

Kepada awak media, Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Saeroni, menyampaikan jika pihaknya usai menerima informasi, langsung bergerak cepat.

Tim Satgas segera berkomunikasi intens dengan koordinator SPPG Kabupaten Trenggalek.

Menurut dr Saeroni, untuk detail kronologis lengkap, dipastikan sudah dilaporkan oleh koordinator daerah kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi.

“Hasilnya, pihak SPPG Ngantru 3 telah menyusun kronologis detail. Mulai dari proses pengolahan di dapur hingga distribusi ke sekolah. Laporan itu juga sudah dikirim ke Korwil dan pusat (BGN),” sebutnya, Jumat, 13 Februari 2026.

Pun begitu, hingga kini belum ada intruksi lanjutan dari otoritas nasional.

Baik tentang sanksi, teguran, maupun tindakan lainnya kepada penyedia layanan.

“Mengenai sanksi atau teguran, sepenuhnya kewenangan Badan Gizi Nasional. Satgas MBG di daerah tidak memiliki otoritas untuk memutuskan,” ujarnya.

Insiden tersebut kini tengah menjadi perhatian serius berbagai kalangan.

Terutama pada pelaksanaan program MBG di wilayah Bumi Menak Sopal.

Bahkan, pemerintah daerah mendesak kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

BACA JUGA :  Dipanggil Pansus, Ini Jawaban Wakil Bupati Chandra

Di antaranya, meningkatkan serta memperbaiki sistem yang ada, termasuk dalam hal pengawasan mutu maupun pendistribusian (MBG).

“Satgas MBG terus mengingatkan kepada pihak terkait agar meningkatkan layanan, memperbaiki sistem saat ada kekurangan, serta optimalisasi pengawasan mutu produk dan distribusinya,” pungkas Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek.

Sebelumnya, sempat mencuat dan ramai beredar di media sosial pada 5 Februari 2026 lalu, ratusan porsi paket MBG untuk SD Inovatif Trenggalek dikembalikan.

Kiriman itu ditolak oleh sekolah, setelah tercium bau yang tidak sedap ketika paket makanan datang.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini