dirgahayu ri 80

Usung Episode ‘Wangi Pradesa’, Festival Budaya Jalur Rempah Segera Digelar, Catat Tanggalnya

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jul 2024 14:20 0 805 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Festival Budaya Jalur Rempah akan berlanjut di Kabupaten Pati. Pada edisi tahun 2024, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mempercayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menggelar festival tersebu.

Episode yang akan dibawakan pada festival yang digelar bulan depan ialah ‘Wangi Pradesa’.

Perlu diketahui, Festival Budaya Jalur Rempah episode ‘Wangi Pradesa’ dibawakan untuk melakukan diseminasi dan distribusi pengetahuan budaya jalur rempah dengan upaya pengemasan kekinian, yang mana sasaran kegatannya di Bumi Mina Tani.

Festival tersebut demi menginternalisasi nilai-nilai budaya jalur rempah Kabupaten Pati di berbagai kecamatan, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat.

Kepada Mondes.co.id, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto menyampaikan bahwa ajang festival tersebut bertepatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Pati yang ke-701. Pelaksanaannya akan menghadirkan 8 rangkaian kegiatan.

“Festival Jalur Rempah kali ini membawakan titel ‘Wangi Pradesa’, penyelenggaraannya masih di momentum Hari Jadi Pati dan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI). Rencananya ada sejumlah rangkaian kegiatan mulai 10 dan 11 Juli nanti dengan Workshop Penguatan Kapasitas Budaya,” terangnya saat diwawancarai, Jumat (5/7/2024).

Disdikbud Kabupaten Pati memaparkan, kegiatan ini meliputi (1) Pemutaran video sinematik, (2) Pameran mural, (3) Pameran fotografi, (4) Workshop Penguatan Kapasitas Budaya, (5) Sarasehan kebudayaan, (6) Pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), (7) Pergelaran kesenian, dan (8) Karnaval budaya.

“Kemudian berlanjut pada 8 Agustus 2024 ada pameran UMKM, mural, foto. Lalu pemutaran sinematografi Jalur Rempah dan pertunjukan seni di Joyokusumo. Berlanjut ke karnaval budaya di Alun-alun Simpang Lima, yang kemudian diakhiri sarasehan budaya,” imbuh Paryanto.

BACA JUGA :  Budi-Novi Tekankan Pentingnya Pendidikan Akhlak Demi SDM Berkualitas

Pada puncaknya, terdapat karnaval kebudayaan yang diikuti tiap delegasi kecamatan. Bedanya, dari tahun lalu yang diikuti oleh masyarakat umum, kali ini peserta karnaval dari siswa/siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pasalnya, keterlibatan peserta didik di ajang Karnaval Festival Budaya Jalur Rempah menjadi regenerasi budaya untuk para penerus.

“Tidak jauh beda dengan sebelumnya, kearifan lokal tiap kecamatan kita angkat. Pelakunya dulu masyarakat, sekarang kita konsentrasi ke sekolah biar regenerasi berjalan. Kemarin antusiasme masyarakat dan seniman murni meriah, saat ini kita coba ke anak-anak SMP,” ujar Paryanto yang sebelumnya menduduki sebagai Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Pati itu.

Menurutnya, masyarakat perlu mengenal bahwa Kabupaten Pati merupakan jalur perdagangan rempah di masa lampau. Dirinya menyayangkan, banyak masyarakat Bumi Mina Tani tidak mengerti bahwa sejarah dan kebudayaan Kabupaten Pati menjadi jalur yang sangat vital di zaman dulu.

Oleh sebab itu, ia berharap Festival Budaya Jalur Rempah mampu tersampaikan ke masyarakat sebagai sumber bahan pembelajaran. Tentunya, kegiatan tersebut mampu menjadi daya dukung ekonomi bagi pelaku usaha yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami harap menemukan dan mengenalkan kebudayaan ke masyarakat, bahwa Pati jadi jalur perdagangan rempah di masa lalu. Mungkin saat ini mereka tidak tahu jika Pati dulu ada pelabuhan, klenteng, dan jejak-jejak budaya, apalagi budaya di Pati adalah budaya akulturisme. Harapannya kegiatan ini dapat membentuk eksosistem budaya dan menggerakkan ekonomi,” ucapnya.

Sebagai informasi, Festival Budaya Jalur Rempah merupakan parade kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda) dengan pemerintah pusat. Sudah empat kali Kabupaten Pati dipercaya Kemendikbud-Ristek menyelenggarakan event kebudayaan berskala besar, yakni sejak 2020, 2021, 2023, dan 2024.

BACA JUGA :  Kasespim Turun Gunung Realisasikan Program Ketahanan Pangan di Gembong

Paryanto menjelaskan bahwa acara tersebut mendapat support dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp500 juta. Selain itu, ada pula dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati, tetapi dana itu masih diusulkan ke pemerintah pusat.

“Sesuai rapat, anggaran Festival Budaya Jalur Rempah Rp500 juta dari APBN, tetapi masih belum deal karena itu anggaran maksimal. Kami pun sedang menyusun Rancangan Anggaran Belanja (RAB) bersama komunitas dan relawan untuk kami usulkan ke kementerian terkait di-acc berapa. Anggaran nantinya sudah dialokasikan untuk APBN berapa dan APBD berapa karena kalau sudah ada anggaran dari salah satu sumber tidak boleh ada sumber lain,” tandasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini