ramadan 2026

UPTD PPA Pati Dampingi Korban Kekerasan di Karaban, Beri Treatment Obati Trauma

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Mar 2026 15:51 0 30 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, melakukan pendampingan korban tindak perundungan oleh sesama temannya di sekolah.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

UPTD PPA pun mendatangi kediaman korban di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati pada hari ini, Senin, 16 Maret 2026.

Kepala UPTD PPA Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Hartono menyampaikan tim ahli dinas terkait melakukan pendampingan bagi pelaku yang masih anak Sekolah Dasar (SD).

Yakni dengan melakukan identifikasi masalah pada peristiwa pengeroyokan itu.

“Kasusnya baru kemarin, setelah ada informasi terkait kasus itu, kami hari ini melakukan penjangkauan untuk mendampingi korban karena masih kelas III SD. Peristiwa itu bisa mempengaruhi psikis korban dan pelaku yang masih anak-anak,” terangnya kepada Mondes.co.id.

Dalam hal ini, tenaga ahli pekerja sosial, psikolog, dan konselor, memberikan treatment bagi korban.

Langkah ini dilakukan untuk mengobati trauma yang dialami sang anak malang itu.

“Korban dan pelaku juga kita beri pendampingan karena yang trauma bisa saja tidak hanya korban. Yang namanya anak, kita berperan untuk memberikan pendampingan, apalagi dari perspektif trauma di balik kejadian ini,” jelasnya.

Menurut Hartono, pola asuh orang tua harus tepat dalam mendampingi anak di era sekarang ini.

Terlebih, orang tua setiap hari bersama anak-anak.

“Perlu pendampingan dari orang tua, kami bantu orang tua menerapkan pola asuh yang tepat untuk anak. Orang tua sangat penting perannya karena setiap hari ketemu di rumah. Anak butuh perhatian, ketika perhatian cukup, maka tak akan terjadi hal seperti ini,” ujarnya.

BACA JUGA :  KPU Tetapkan Harno–Hanies Sebagai Bupati dan Wabup Rembang Terpilih

Ia berharap, kasus perundungan pada anak di Kabupaten Pati tidak pernah terjadi lagi.

Oleh sebab itu, pihaknya melakukan sosialisasi dan pendampingan.

“Sosialisasi dan pendampingan diperlukan. Kasus ini perlu ada treatment awal, kalau masih butuh pendampingan lagi, kita evaluasi lagi sampai traumanya hilang,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini