HAPPY NEW YEAR

Ujian Praktik, Siswa SMAN 1 Pati Peragakan Tradisi Sedekah Bumi Desa

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Feb 2026 13:23 0 195 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Ada yang beda dari biasanya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pati.

Bukan alat sekolah dan bukan pula seragam harian yang dibawa oleh siswa.

Melainkan peralatan kesenian, atribut karnaval, baju adat, alat musik karawitan, hingga properti acara adat desa.

Pada 11 dan 12 Februari 2026 ini, SMAN 1 Pati menggelar hajatan tradisi sedekah bumi yang diperagakan oleh siswa/siswi kelas XII.

Para siswa tampil nyentrik dengan pakaian adat serta properti khas suatu desa di Kabupaten Pati.

Mereka memeragakan diri sebagai peserta acara sedekah bumi.

Mulai dari pranatacara, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa (Kades), seniman, pemain musik, dan warga setempat.

Kepala SMAN 1 Pati, Wiyarso menyampaikan bahwa kegiatan tradisi sedekah bumi yang dilakukan siswa, sebagai ajang penilaian sumatif akhir jenjang.

Mereka mementaskan tradisi sedekah bumi dengan memuat kolaborasi empat mata pelajaran (mapel), meliputi Pendidikan Agama, Bahasa Jawa, Pendidikan Kewirausahaan (PKWU), dan Seni Budaya.

“Acara ini ko-kurikuler empat mata pelajaran yang menjadi kolaborasi antara lain Pendidikan Agama, PKWU, Bahasa Jawa, Seni Budaya. Ini salah satu jenis penilaian sumatif akhir jenjang, kalau dulu dinamakan ujian praktik sekolah,” ucapnya kepada awak media.

Acara meriah ini bertema “Konservasi Budaya” yang memuat subtema Sedekah Bumi.

Sehingga, para murid menampilkan karya pementasan unik mengenai gelaran sedekah bumi di beberapa desa.

“Peserta semua kelas XII dibagi dua hari, ada 6 kelas hari ini, besok Kamis (12/2/2026) juga 6 kelas. Karena gabungan empat mapel, jadi materinya harus ada Bahasa Jawa, semua menuturkan Bahasa Jawa. Ada unsur budayanya, ada Pendidikan Agama seperti doa-syukuran dan lain sebagainya, ada PKWU yang siswa-siswi mengenalkan produk khas suatu desa,” ucapnya.

BACA JUGA :  Drum Skul Pati, Upaya Dhian Asah Potensi Bakat Lokal

Dalam perform, nilai adat suatu desa yang dipilih harus menonjol.

Tradisi itu membawakan adat sedekah bumi Desa Cabak, Sambirejo, Randukuning, Kropak, Gabus, Kaborongan, dan lain sebagainya.

“Sedekah bumi desa, maka menampilkan budaya di desa sesuai masing-masing desa yang diangkat. Ketika mengangkat desa A, harus menyesuaikan gambaran desa itu,” ujar Wiyarso.

Diharapkan, siswa-siswi bisa memahami tradisi setiap desa asal masing-masing.

Sebagai contoh sedekah bumi yang seyogyanya perlu dilestarikan.

“Harapannya agar anak-anak lebih bisa memahami bahwa ada tradisi yang harus dilestarikan yaitu sedekah bumi, sehingga ketika sudah praktik di desa, mereka bisa menjadi panitia atau penyelenggara. Saya amati anak-anak hebat sekali,” bebernya.

Siswa antusias mengikuti tradisi sedekah bumi di SMAN 1 Pati, salah satunya Balqies Iqa Nur Azizah.

Siswi kelas XII F-6 itu sangat gembira bisa menampilkan tradisi kebudayaan lokal.

“Seru. Kita nguri-uri budaya, kelas kami mempraktikkan sedekah bumi dari Desa Cabak,” jelas Balqies.

Ia bersama kawan sekelas menampilkan sedekah bumi salah satu desa di Kecamatan Tlogowungu itu dengan sungguh-sungguh.

Bahkan, perjuangannya bersama teman-teman sekelas melakukan persiapan hingga dini hari ini.

“Kami ada 36 siswa. Yang paling excited, kita persiapan sampai jam 3 pagi,” katanya sambil terkagum-kagum.

Ia sangat mengapresiasi gelaran acara ini dan sangat bangga ketika anak muda diberi kesempatan melestarikan kebudayaan lokal.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini