Tumpukan Sampah di Tepi Pantai, Taman Kartini Rembang Tuai Kritik Pengunjung

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 12:07 0 51 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Harapan masyarakat untuk melihat kembalinya kejayaan Taman Kartini Rembang, tampaknya harus berbenturan dengan kenyataan pahit.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Objek wisata yang digadang-gadang sebagai ikon pesisir utara ini, kini justru menuai kritik tajam akibat tumpukan sampah yang mengular di sepanjang tepi pantai dan fasilitas yang nampak masih terbengkalai.

​Bukannya menyuguhkan panorama laut utara yang menenangkan, pengunjung yang datang justru disambut pemandangan limbah plastik, ranting kayu yang berserakan tak beraturan, hingga sisa makanan yang mulai membusuk.

Aroma tidak sedap yang menusuk hidung, seolah mengonfirmasi hilangnya pesona taman yang dulu menjadi pusat keramaian, terutama di setiap momen tradisi Lebaran Ketupat.

ketua pgri

​Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari para pengunjung.

Salah satunya adalah Jambul Sugito (48), warga Desa Tlogo Tunggal, Kecamatan Sumber.

Niat hati memboyong keluarga untuk bernostalgia dengan kenangan masa kecil, ia justru harus mengelus dada melihat kondisi terkini.

​”Sangat miris melihatnya. Dulu waktu saya kecil, Taman Kartini ini tempat paling keren di Rembang. Sekarang jangankan mau duduk santai, mau jalan saja rasanya tidak nyaman karena sampah di mana-mana. Sayang sekali, ikon kota kok jadi seperti TPA darurat begini,” keluh Jambul saat memberikan keterangan pada media Senin (30/3/2026).

​Nada serupa juga datang dari Lita, seorang aktivis dari Desa Tlogomojo, Kecamatan Rembang.

Saat ditemui di lokasi, ia menyoroti adanya masalah sistemik dalam manajemen pengelolaan, serta rendahnya kesadaran lingkungan di area tersebut.

​Lita menegaskan bahwa jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, citra pariwisata Rembang di mata wisatawan luar daerah dipertaruhkan.

BACA JUGA :  Wamentan Targetkan Areal Tanam Padi 1,2 Juta Hektare, Termasuk di Wilayah Pati

“Harusnya ini jadi wajah Kota Rembang. Kalau kotor begini, wisatawan luar pasti kapok. Perlu ada tindakan tegas dan perbaikan manajemen total agar pesona Taman Kartini kembali pulih,” tegasnya dengan nada bicara serius.

​Selain masalah sampah, fasilitas penunjang di dalam taman juga tampak mengalami kerusakan cukup parah, menciptakan kesan terbengkalai yang sudah berlangsung lama.

Revitalisasi yang selama ini digaungkan oleh pemerintah daerah, diharapkan tidak hanya menjadi wacana di atas kertas atau sekadar perbaikan fisik bangunan.

​Masyarakat kini menaruh harapan besar pada pengelola dan dinas terkait untuk melakukan perawatan berkelanjutan dan penanganan sampah yang lebih profesional.

Jika tidak segera dibenahi, objek wisata sejarah yang melegenda ini terancam benar-benar kehilangan “jiwanya” dan ditinggalkan sepenuhnya oleh pengunjung.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini