ramadan 2026

Tradisi Sedekah Laut, Warga Pati akan Gelar Lomban Kupatan dan Larung Sesaji

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Mar 2026 16:57 0 40 Singgih Tri

LOMBAN: Kegiatan Larung Sesaji pada tahun 2025 lalu. (Mondes/Istimewa)

Demokrat Joni Kurnianto 2026

 

PATI – Mondes.co.id | Pesisir utara Kabupaten Pati akan ada banyak kegiatan meriah pada akhir Maret 2026 nanti. Kegiatan tradisi yang bergelut dengan laut akan terselenggara di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu dan Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana.

 

ketua pgri

Perlu diinformasikan, Desa Sambiroto akan menyelenggarakan Lomban Ketupat atau Kupatan pada 28 Maret 2026. Berlanjut, Desa Bajomulyo akan menyelenggarakan Larung Sesaji pada 29 Maret 2026.

 

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Dinporapar Kabupaten Pati Mohamad Roni menyatakan, kegiatan tersebut bakal menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Ia menegaskan acara tradisi Lomban Ketupat dan Larung Sesaji menjadi bukti masyarakat pesisir mensyukuri nikmat yang disajikan oleh laut.

 

“Kegiatan ini rutin setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang melimpah. Harapannya tentu menjadi berkah dalam melaut semakin lancar dan selamat,” tuturnya, Selasa, 24 Maret 2026.

 

Acara Lomba Ketupat dan Laung Sesaji termasuk sebagai sedekah laut yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Hasil laut yang melimpah telah menopang kehidupan mereka hingga saat ini. Oleh karena itu, masyarakat di pesisir menggelar rangkaian karnaval dan tradisi lomban perahu sebagai wujud pelestarian budaya lokal.

 

Roni pun mengapresiasi segenap panitia yang bekerja keras mempersiapkan kegiatan besar ini. Ia berpesan bagi para remaja agar turut andil dalam kegiatan untuk meneruskan penyelenggaraan tradisi di masa mendatang.

BACA JUGA :  DPRD Pati Dorong Pengembangan BUMDes

 

“Kami dari Dinporapar menyampaikan apresiasi kepada panitia yang selalu nguri-nguri tradisi ini. Mari kita saksikan kita ramaikan kegiatan ini sebagai salah satu pariwisata budaya,” tandasnya.

 

Dinporapar Kabupaten Pati optimis tradisi yang menjadi event tahunan ini bisa menyedot ribuan wisatawan. Pasalnya, pergelaran budaya masyarakat yang erat kaitannya kehidupan nelayan akan disajikan pada momentum itu di Kabupaten Pati.

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini