Foto: Areal persawahan di Jakenan yang terendam banjir (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, menyebut sebanyak 4.400 hektare lahan pertanian di Bumi Mina Tani kena dampak banjir.
Ribuan hektare lahan pertanian yang rusak itu, antara lain ditanam komoditas padi, bawang merah, dan tebu.
Ratri Wijayanto selaku Kepala Dispertan Kabupaten Pati, menyebut komoditas yang paling terdampak besar yaitu padi.
Tersebar di Kecamatan Dukuhseti, Gabus, Jakenan, Kayen, Pati, dan Sukolilo.
Sedangkan kerusakan komoditas bawang merah terjadi di Kecamatan Wedarijaksa.
Diketahui, wilayah tersebut merupakan sentra bawang merah di Kabupaten Pati.
Ada pula Kecamatan Batangan yang sebagian kecil petani menanam bawang merah.
“Areal pertanian yang terdampak banjir sudah mencapai 4.400 hektare. Mayoritas tanaman padi,” paparnya, Kamis, 15 Januari 2026.
Banjir yang menggenangi lahan pertanian, mengakibatkan tanaman menjadi busuk atau puso.
Dispertan Kabupaten Pati berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati untuk mencari solusi bersama dalam memberikan penanganan pasca banjir pada petani yang lahannya puso.
Mengingat, lahan puso ini disebabkan akibat bencana alam.
“Nanti bisa disampaikan BPBD, karena secara mekanisme ada di sana. Tapi nanti secara pribadi, saya berharap ada bantuan,” tutur Ratri.
Ratri mengatakan, Dispertan Kabupaten Pati berupaya melakukan pendataan lahan yang tergenang banjir.
Apalagi, sejauh ini banjir di Pati semakin meluas.
Sehingga kerusakan tanaman pertanian di Bumi Pesantenan semakin parah lantaran terendam banjir terlalu lama.
Terlebih, ada lahan yang tergenang hingga ketinggian satu meter.
Pada beberapa wilayah, sawah tampak berubah seperti rawa.
Bahkan di dataran rendah, area sawah sudah seperti lautan.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar