Tenaga Kesehatan di Pati Mengeluh, Ada Apa?

PATI-Mondes.co.id| Pemerintah nampaknya kurang memberikan perhatian terhadap tenaga kesehatan (Nakes) yang berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19. Hal itu terbukti lantaran hingga kini para Nakes ini belum mendapatkan insentif yang seharusnya menjadi haknya.

Im (panggilan, red), Nakes di salah satu Rumah Sakit Daerah di Kabupaten Pati kepada wartawan, mengaku bahwa hingga saat ini pemerintah belum membayar insentif Nakes yang berjuang di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Insentif kita belum dibayar oleh Pemerintah, alasannya apa kami tidak tahu,” ungkapnya, Kamis (27/5/2021).

Menurutnya, Insentif yang belum dibayarkan oleh Pemerintah hingga saat ini terhitung dari Januari sampai Mei 2021, insentif ini biasanya diterima setiap bulan oleh para Nakes yang berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19.

“Kami terakhir menerima insentif pada Desember 2020, dan dikirim langsung ke rekening kami, tapi sampai sekarang kami belum dapat,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Ono (panggilan, red), yang juga merupakan salah satu Nakes yang berjuang dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, Pemerintah seharusnya bisa lebih memperhatikan para Nakes yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, sehingga tidak harus menunda pemberian insentif, apalagi penanganan virus covid-19 sangatlah berbahaya bagi para nakes yang menangani untuk mudah tertular.

“Virus Covid-19 ini sangat berbahaya dan sangat mudah menular, dan ini kalau bukan tugas di bidang kesehatan siapa lagi yang mau menangani, untuk itu pemerintah jangan hanya memanfaatkan tenaga kami, tapi tidak mau memperhatikan hak kami,” kesalnya.

Terkait masalah pencairan insentif untuk tenaga Nakes yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19, Sekretatis Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Suharyono ketika dikonfirmasi via WA mengarahkan kepada media ini ke Dinas Kesehatan (Dinkes).

Hanya saja Kepala Dinkes ketika dikonfirmasi dikantornya tidak ada di tempat, bahkan melalui pesawat selulernya juga tidak ada tanggapan.

“Pak Kadis sedang sakit,” singkat salah satu staf Dinkes.

Sementara Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Turi Atmoko ketika ditanya soal insentif tersebut mengaku bahwa insentif itu dibayarkan langsung melalui masing-masing rekening Nakes.

“Kalau insentif dibayarkan langsung dari Kemenkes melalui masing-masing rekening Nakes,” katanya.

Ditanya soal apa alasannya kenapa insentif Nakes itu belum ada pencairan dari Januari 2021, Kepala BPKAD belum ada tanggapan sampai berita ini diterbitkan.

(Hdr/As/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.