Foto: Audiensi LSM dan DPRD Kabupaten Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Nasib Taman Kartini yang menjadi ikon kebanggaan warga Rembang, kini berada di titik nadir.
Kondisinya yang memprihatinkan, memicu reaksi keras dari LSM Aliansi Tajam yang dinahkodai Sunarto.
Ia dan anggotanya langsung mengajukan beberapa pertanyaan di Gedung DPRD Rembang pada Selasa (31/3/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pemangku kebijakan Rembang, mulai dari Ketua DPRD Abdul Rouf hingga jajaran Komisi IV dan Kepala Dinas Pariwisata, Prapto Raharjo.
Fakta mengejutkan terungkap dalam forum tersebut.
Ternyata, Taman Kartini bukan tidak punya modal untuk berbenah.
Sebaliknya, anggaran bernilai miliaran rupiah justru terus “menguap” setiap tahun karena ketakutan birokrasi.
Tahun 2023 ada anggaran Rp9 miliar, tahun 2024 Rp8 miliar, dan tahun 2025 Rp7 miliar.
Sayangnya, setiap tahun anggaran tersebut gagal terserap.
Puji Santoso dari Komisi IV membeberkan bahwa Kepala Dinas Pariwisata sebelumnya, Mustain, tak berani mengeksekusi dana tersebut dengan dalih waktu yang mepet.
Akibatnya, selama tiga tahun berturut-turut, pembangunan Taman Kartini hanya menjadi angan-angan di atas kertas.
Aktivis LP3, Sunardi, tidak tinggal diam melihat kondisi lapangan.
Ia menyoroti area pantai yang kini kumuh dan dipenuhi sampah.
”Urus dulu kebersihannya untuk jangka pendek, jangan biarkan terlihat kumuh. Untuk jangka panjang, pindahkan semua event besar ke sini. Biar taman ini hidup lagi, jangan dibiarkan mati suri!” tegas Sunardi.
Merespons desakan tersebut, Ketua DPRD Rembang, Abdul Rouf, akhirnya menetapkan “skema darurat” untuk menyelamatkan sang ikon wisata.
Di antaranya, Aksi Bersih (Jangka Pendek) yakni dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, wajib segera membersihkan tumpukan sampah.
Gandeng Swasta (Jangka Menengah), dengan membuka pintu bagi pihak ketiga untuk mengelola taman secara profesional.
Lobi Pusat (Jangka Panjang) dengan menggunakan Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada untuk menjemput anggaran dari Pemerintah Pusat.
”Kami sudah siapkan DED-nya untuk menggaet anggaran pusat,” pungkas Abdul Rouf optimis.
Kini, masyarakat Rembang hanya bisa menunggu apakah komitmen ini akan menjadi nyata?
Atau, Taman Kartini akan kembali kalah oleh alasan teknis di tahun depan?
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar