ramadan 2026

Sungai Simo Bisa Jadi Petaka saat Banjir di Pati, Ini Penyebabnya

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Feb 2026 16:04 0 161 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pintu air di Sungai Simo menimbulkan permasalahan sampah di Kabupaten Pati, apalagi ketika pintu air itu sedang ditutup.

Kondisi timbunan sampah membuat keadaan tampak kotor.

Bahkan, kerap kali kondisi banjir timbul akibat sampah yang menumpuk.

Akibatnya, air pun meluber hingga ke area sekitar sungai tersebut.

Kepala Desa (Kades) Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sunarti, menjelaskan kiriman air yang datang dari arus Sungai Silugonggo, mengakibatkan material sampah terbawa hingga ke Sungai Simo yang melintasi desanya.

Kondisi ini pun membuat warga sekitar resah.

“Masukan dari warga, pintu air di kali sini disuruh bongkar, karena memicu sampah setiap ada kiriman air dari barat. Lokasinya di RW 02 Dukuh Cangkring,” katanya saat mendampingi pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) memantau kondisi Sungai Simo, Rabu, 25 Februari 2026.

Pada saat sampah menumpuk di Sungai Simo, maka air akan meluber ke mana-mana, hingga ke area permukiman penduduk dan lahan pertanian.

Kondisi tersebut selalu dilaporkan kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati agar dilakukan pembersihan.

“Ya otomatis saluran air sungai tidak bisa lancar dan dampaknya air Sungai Simo beralih ke Sungai Resulo depan permukiman warga. Akibatkan air meluber ke sawah pertanian warga,” ungkap Sunarti kepada Mondes.co.id.

Ia dan warganya sedang mendiskusikan untuk menemukan jalan keluar agar wilayah Sungai Simo tak lagi menjadi titik luapan air.

Apalagi, ketika air meluap, banjir menjadi masalah bagi warga Desa Widorokandang.

BACA JUGA :  Kontes Ikan Koi di Pati Gaet Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah

“Setiap ada banjir datang, pihak desa selalu konfirmasi sama PU (DPUTR Kabupaten Pati) terkait mendatangkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah. Masalah pintu air mau dibongkar atau nggak, masih menunggu kesepakatan warga,” tandasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini