Foto: Gudang fillial Bulog Pati (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Menjelang Idulfitri 1447 Hijriyah, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (KC) Pati memastikan ketersediaan pangan untuk wilayah kerjanya dalam kondisi aman terkendali.
Adapun wilayah kerja Bulog Cabang Pati meliputi Pati, Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora.
Selama ini stok beras, minyak goreng, hingga gula masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Kini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 67.225 ton yang tersebar di berbagai gudang wilayah kerja Bulog Cabang Pati.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Pati, Meitha Nova Riany, menyatakan masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan terjadinya kelangkaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Stok saat ini untuk beras CBP ada 67.225 ton dan ini cukup sampai 6 sampai 7 bulan ke depan,” ujar Meitha, Selasa, 10 Maret 2026.
Selain beras, ia merinci bahwa stok komoditas lain seperti MinyaKita juga dalam posisi aman dengan jumlah lebih dari 550 ton.
Setiap bulannya, Bulog rutin menerima kiriman 300.000 liter MinyaKita untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Sementara, gula pasir, stok saat ini tersedia sebanyak 2.700 ton yang diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan tiga bulan mendatang, sembari menunggu masa giling di pabrik gula Blora.
Meitha juga memaparkan, sebaran stok beras di wilayah Eks Karesidenan Pati, yakni Pati 26.000 ton, Jepara 15.000 ton, Blora 8.500 ton, Rembang 8.000 ton, dan Kudus 2.100 ton.
Terkait harga MinyaKita yang terkadang masih tinggi di pasaran, Meitha menjelaskan bahwa Bulog hanya menguasai 35 persen pasokan, sedangkan 65 persen sisanya dikelola oleh distributor.
Ia menegaskan bahwa harga di kios-kios yang dipasok langsung oleh Bulog tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) maksimal Rp15.700 per liter.
Sebagai upaya menekan inflasi, Bulog akan segera menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) untuk alokasi bulan Februari dan Maret secara sekaligus.
Sebanyak 674.104 Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima masing-masing 20 Kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Kabupaten Pati tercatat sebagai penerima terbanyak dengan 183.385 PBP.
Di akhir keterangannya, Meitha mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
“Bulog itu barangnya cukup, sangat cukup. Jadi enggak usah panik karena kalau panik akan berdampak pada inflasi,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar