HAPPY NEW YEAR

Stabilkan Harga Sesuai HET, Bulog Pati Distribusikan MinyaKita

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Jan 2026 13:21 0 27 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Badan Urusan Logistik (Bulog) menyalurkan MinyaKita ke seluruh pasar-pasar, termasuk di wilayah Kabupaten Pati.

Tujuannya agar bisa dikonsumsi oleh masyarakat dengan harga terjangkau.

Menurut Pemimpin Bulog KC Pati, Meitha Nova Riany, sebanyak 500 ribu liter stok MinyaKita didistribusikan ke seluruh kabupaten di eks-Karesidenan Pati.

Yakni ke pasar wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, Rembang, Blora, dan Pati.

“Kita menghijaukan pasar dengan MinyaKita dengan target 500 ribu liter di eks-Karesidenan Pati untuk per bulan. Belum ada dua minggu sudah ada 100 ribu liter MinyaKita kami salurkan ke pasar,” ujarnya setelah menyalurkan MinyaKita di Pasar Puri Baru, Jumat, 30 Januari 2026.

Distribusi MinyaKita ini sebagai langkah pemerintah menstabilkan harga dan memudahkan jangkauan konsumen.

Harga MinyaKita dibanderol Rp15.700 per liter.

“Ini membuktikan pemerintah hadir ke masyarakat agar bisa menjangkau MinyaKita. Artinya seluruh pasar akan ada MinyaKita, biar nanti gimana pun mereka (konsumen) bisa beli minyak seharga yang bisa ditebus Rp15.700 per liter,” lanjutnya.

Pihaknya menarget persediaan MinyaKita di awal 2026 ini, akan tersalurkan seluruhnya pada pekan pertama Februari mendatang.

“Bulog, Satgas Pangan, dan Disdagperin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) terjun menyalurkan MinyaKita, semua kita libatkan karena harga minyak goreng tercatat di SP2KP harga di Bulog, semua diawasi Satgas Pangan. Target 500 ribu liter di minggu pertama Februari,” jelasnya.

Sementara, Disdagperin Kabupaten Pati, ikut menyukseskan langkah ini, demi terjangkaunya harga minyak goreng di Bumi Mina Tani.

BACA JUGA :  Berkebun Hidproponik Ala Santri Balekambang Jepara

“Harga minyak sebelumnya agak di atas HET (Harga Eceran Tertinggi). Dari dinas berterima kasih kepada Bulog, karena menjalankan program dari pemerintah pusat mensosialisasikan dan melakukan stabilisasi harga sesuai HET ke konsumen akhir,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti di lokasi.

Indyah menerangkan bahwa MinyaKita kali ini berada pada harga yang stabil, yakni sesuai HET hingga di tangan masyarakat.

“Program ini, kita membantu untuk bisa dirasakan langsung ke konsumen akhir, sehingga harga bisa stabil,” ucap Indyah.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Puri Baru, Hanik, mengaku dengan adanya peluncuran MinyaKita dari Bulog pada tahun ini, maka ia dapat menjual minyak goreng lebih ramah kantong masyarakat.

“Harga minyak goreng curah mahal, per kilogramnya lebih dari Rp18 ribu. Kalau di saya laku cukup banyak, sehari bisa 5 dus, kadang 10 dus,” terangnya saat diwawancarai awak media.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini