ramadan 2026

Shafira Tuangkan Ide dan Imajinasi Lewat Lukisan Menakjubkan

waktu baca 4 menit
Senin, 2 Mar 2026 11:06 0 44 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Asah bakat melalui ekspresi diri dengan melukis, dilakukan oleh gadis asal Kabupaten Pati bernama Shafira Aulia Larasati atau akrab disapa Ira.

Ia gemar menyajikan karya seni rupa untuk menuangkan isi pikiran maupun suasana hati.

Ira merupakan siswi kelas X di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pati.

Baginya, melukis dapat melatih imajinasi dan menuangkan ide.

Ia merasa tenang ketika membuat lukisan, meski harus duduk berjam-jam bergelut dengan kanvas, kuas, pallet, kertas, serta berberapa cat.

“Sejujurnya saya lebih tertarik untuk menggambar hitam-putih pada kertas, namun akhir-akhir ini saya lebih fokus pada meluki, karena menurut saya melukis dapat melatih daya imajinasi. Serta dapat menuangkan berbagai ide-ide yang ada di kepala saya. Saya suka karena saya merasa sangat tenang, dan tidak merasa ada tekanan yang membuat saya makin nyaman duduk berjam-jam sambil melukis,” katanya kepada Mondes.co.id, Senin, 2 Maret 2026.

Perempuan asal Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati itu gemar melukis sejak duduk di bangku kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ira sangat menyukai jenis lukisan semi abstrak, tema andalan yang kerap dibuatnya ialah lautan.

Dengan belajar otodidak, gadis tersebut mengasah skill menciptakan karya seni lukis yang indah dan elegan.

Ia menikmati proses, meski harus belajar dari nol melalui internet, hingga mengumpulkan karya-karya lukis semi abstrak yang menjadi ciri khas karyanya.

“Mulai tertarik melukis pada saat tahun 2022, kelas VII SMP karena rasa penasaran, serta saya mulai sangat rutin untuk melukis dan membuat konten saat saya kelas VIII hingga IX SMP. Saya pure otodidak dengan sekedar menonton tutorial dari internet,” ujar perempuan yang bercita-cita menjadi seniman itu.

BACA JUGA :  Polisi Gerebek Tambang Pasir Kuarsa Ilegal di Desa Kumbo, Warga Lega

Hampir seluruh lukisan Ira berlatar lautan, karena menurutnya menggambar laut selalu mengingatkan diri pada keluarga tercinta.

Baginya, melukis lautan mendapatkan rasa tenang dari penatnya hiruk-pikuk kehidupan.

“Hampir semua lukisan saya adalah lautan karena papa saya sendiri dahulu bekerja di kapal, dan semasa kecil saya sering diperkenalkan lautan oleh papa saya, juga terdapat nama ‘Ocean’ di nama kakak saya. Hal ini selalu mengingatkan saya tentang keluarga, saya sendiri juga sangat amat menyukai laut karena rasanya mendapatkan sebuah ketenangan tersendiri dari banyaknya keributan manusia,” tutur Ira.

Ia melukis di rumahnya sendiri untuk membuat rancangan karya seni estetik itu.

Selain lukisan semi abstrak, ia juga lihai membuat lukisan realis.

Ira amat sangat mahir dalam penguasaan color theory.

Gadis dengan pembawaan percaya diri itu, memaknai lukisan sebagai sesuatu yang sakral.

Dengan penuh penghayatan jiwa yang dalam, ia menggoreskan cat pada kanvas dengan penuh arti.

“Saya menggores cat pada sebuah kanvas bukan hanya goresan asal, namun juga penuh makna. Saya selalu membayangkan arti pada setiap goresan, warna, dan bentuk. Dan saya menggunakan tangan, tenaga, dan otak saya sendiri selama berbulan-bulan hanya untuk menyelesaikan satu karya kanvas,” ungkap Ira.

Saat ini, Ira sedang melukis kuda yang merupakan hewan kesukaannya, sekaligus lukisan hewan pertama kalinya.

“Lukisan kuda yang masih saya kerjakan kali ini,karena ini adalah lukisan paling berbeda dari biasanya. Ini lukisan hewan pertama saya, dengan warna dominan biru yang juga warna kesukaan saya yang membuat saya semakin suka karya ini,” ujarnya.

Menurutnya, kuda adalah simbol keberanian, sedangkan warna biru mengandung arti kerendahan hati.

Lukisan ini sangat mencermikan dirinya yang sedang berjuang mencapai kebebasan dari segala penghalang.

BACA JUGA :  Ribuan Batang Rokok Ilegal Ditemukan di Jaken

“Karya satu ini memiliki makna yang cukup dalam seperti pemilihan hewan kuda memiliki arti keberanian untuk meberontak, dengan warna biru menyimbolkan kerendahan hati, juga dengan tali merah sebagai tanda hambatan. Lukisan ini adalah tentang diri seseorang yang ingin mencari sebuah kebebasan untuk menjalani hidup sesuai keinginannya, namun berberapa orang berusaha menghalanginya, sehingga diri itu berusaha untuk melakukan pemberontakaan agar bisa terbebas dari segala tekanan,” pungkas perempuan 15 tahun itu.

Di sisi lain, Ira juga berprestasi di bidang kesenian lain.

Pada 2024, ia meraih juara lomba baca puisi di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).

Juga meraih Juara 3 Best Talent ajang Duta Budaya Kabupaten Pati tahun 2025.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini