Foto: klub lokal Persika Tulakan (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Desa Tulakan kembali bergetar dengan gairah sepak bolanya.
Melalui komitmen kuat klub lokal Persika Tulakan, serangkaian pertandingan persahabatan digelar untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menjaga eksistensi olahraga sepak bola di berbagai lapisan usia.
Penasehat Pemuda sekaligus sesepuh Persika Tulakan, Iwan Nugroho, menyampaikan untuk menggairahkan kembali sepak bola di Desa Tulakan, sejumlah even pertandingan digelar.
Dari tingkat pelajar hingga mendatangkan sejumlah pemain legend untuk menarik perhatian.
Kemarin digelar pertandingan antara tim Persika Tulakan Legend menjamu Sekuro Legend.
Laga berlangsung sengit dan penuh drama saling balas gol.
Sayangnya, tuan rumah harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 6-7 untuk kemenangan Sekuro Legend.
“Meski bertajuk laga persahabatan, tensi pertandingan tetap tinggi, mengingat nama-nama besar yang turun ke lapangan,” kata Iwan Nugroho, kemarin.
Persika Legend diperkuat oleh punggawa seperti Brosot di bawah mistar, duet Al Ma’ruf dan Iwan di posisi sayap, serta ketajaman Edi dan Ryan di lini depan.
Selain itu, juga ada sejumlah nama pemain seperti Fredi, Tikno, Aji, Ryan, Oki, Narto, Andre, Kafid, Umam, Nandi, dan Rohmad.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pertandingan yang dikelola oleh pengurus Persika Tulakan,” kata Iwan.
Pekan lalu, menghadirkan pertandingan sepak bola wanita antara SMA Donorojo melawan SSB Tulakan (tingkat SD/SMP).
“Hari ini pertandingan antara Persika Senior melawan Dermolo Senior,” kata dia.
Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari peran Al Ma’ruf, anggota DPRD Jepara yang bertindak sebagai Bapak Asuh Persika.
Di jajaran pengurus Persikas Tulakan, yaitu Mas Hadi Kemput (Ketua) dan Imam Cimeng (Wakil), terus bergerak aktif memajukan sepak bola desa.
Saat ini, Persika Tulakan telah bertransformasi menjadi klub yang memiliki fasilitas mumpuni, di antaranya fasilitas Lapangan.
Sudah memiliki bangku pemain (bench) dan papan skor digital.
“Pembinaan Usia Dini, SSB aktif mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” kataya.
Targetnya, mereka berencana mendatangkan rumput impor untuk mempercantik lapangan desa.
“Dana dari Pemerintah Desa saja tidak cukup. Kemajuan ini bisa tercapai berkat bantuan para donatur dan pengusaha lokal yang peduli pada sepak bola,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar