HAPPY NEW YEAR

Sekolah Gratis, SR Pati akan Buka Jenjang SD dan SMA dengan Fasilitas Lengkap

waktu baca 3 menit
Jumat, 9 Jan 2026 15:06 0 139 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pati kembali dibangun tahun 2026 ini, setelah sebelumnya terdapat SR rintisan di Sentra Margo Laras, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.

SR kali ini berada di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu.

Nantinya akan dibuka untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sebelumnya, SR di Sentra Margo Laras dibuka untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sebagaimana dijelaskan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia.

Ia menerangkan bahwa peserta didik SR merupakan kalangan keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Mereka akan mengenyam pendidikan gratis dan dapat mengakses berbagai ragam fasilitas lengkap di SR.

“Intinya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem itu yang utama. Kemudian, ada syarat usia dan segala macam, sebagai komitmen untuk mereka yang mau belajar dan mau bersekolah tinggal di sini yang pasti lolos seleksi, ada seleksinya juga,” ungkapnya, Jumat, 9 Januari 2026.

Dinsos P3AKB Kabupaten Pati bergerak menyeleksi secara akurat kondisi calon peserta didik yang berhak masuk SR.

Pihaknya terjun ke rumah-rumah untuk memastikan data keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Nanti ini sudah ada instruksi kepada temen-temen PKH (Program Keluarga Harapan), TKSK (Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan) di desa dan kecamatan untuk mulai mencari calon siswa baru di SR nanti. Kalau sudah terkumpul akan kami verifikasi ke lapangan, kunjungan kondisi rumahnya dan lain sebagainya sudah sesuai syaratnya nggak,” terangnya kepada awak media.

BACA JUGA :  Jelang Operasi Patuh Candi 2025, Satlantas Polresta Pati Sampaikan Ini

Ia menjabarkan, SR menyediakan fasilitas asrama dan kebutuhan primer anak didik.

Sarana dan prasarana penunjang sekolah juga lengkap, sehingga anak didik bisa mengasah kemampuan untuk unjuk kemampuan.

“Gratis, tis, tis. Ibaratnya anak datang bawa badan saja, mulai pakaian, seragam sekolah, peralatan harian, sudah disediakan, peralatan sekolah juga disediakan, makan disediakan, fasilitas olahraga juga disediakan, asrama ada. Dan, guru-gurunya juga di asrama,” tuturnya.

Anak didik akan tinggal di asrama.

Meski begitu, ada waktu bagi anak pulang ke rumah dan dibesuk orang tuanya.

Pada pengalaman SR rintisan di Sentra Margo Laras, para anak didik banyak yang tidak mau pulang.

Alasan mereka karena terlanjur betah dengan asyiknya fasilitas di SR.

“Ada jam jenguk orang tua, waktu libur boleh pulang. Sekolah rintisan, anaknya sudah kerasan tidak mau pulang, akhirnya orang tuanya pada datang besuk,” ucapnya.

Sebagai informasi, SR di Sentra Margo Laras mulai beroperasi pada 2025 dengan kapasitas 4 rombongan belajar (rombel).

Pihaknya pun berupaya memaksimalkan SR yang dibangun tahun ini untuk mendapatkan siswa sesuai target.

“Semoga siswa di SR punya prestasi yang bisa dibanggakan dan memiliki karakter yang baik untuk dirinya, orang tuanya, dan lingkungannya,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini