ramadan 2026

Sejumlah Madrasah di Pati Tiadakan MBG, Ini Alasannya

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 15:51 0 184 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Beberapa yayasan pengelola madrasah di Kabupaten Pati menyatakan tidak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan kali ini.

Hal ini setelah sejumlah yayasan tersebut menerbitkan surat edaran untuk meliburkan MBG di madrasah yang dikelolanya.

Beberapa surat tersebut muncul di beberapa yayasan, mulai dari Yayasan Al Ma’ruf Hadi Wijaya, Yayasan Manhajul Huda, hingga Yayasan Salafiyah Kajen.

Mereka beralasan agar putra-putri yang mengenyam pendidikan di sana berlatih untuk berpuasa, khususnya bagi anak-anak usia Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidayah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

“Sampai hari ini Kantor Kemenag Kabupaten Pati belum menerima pemberitahuan apa-apa, baik dari madrasah maupun pihak MBG (Makan Bergizi Gratis). Tapi sebelumnya ada semacam pendapat atau rencana kalau Ramadan dikaji yang menerima MBG dengan satu alasan bahwa anak-anak RA, MI, MTs, MA, khususnya anak yang belum berpuasa dilatih untuk berpuasa,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku saat menjelaskan di hadapan awak media, Senin, 23 Februari 2026.

Ketika ada menu MBG yang diterima di madrasah, dikhawatirkan akan disalahgunakan.

“Untuk mereka yang menolak, khawatirnya kalau ini diberikan nanti akan mengganggu. Ada peluang ketika anak bawa makanan dari madrasah ke ruman dikhawatirkan mokak (batal puasa), jadi alasannya itu,” paparnya.

Syaiku pun mengakui bahwa ada sejumlah pesan yang ia terima dari pengelola maupun pimpinan yayasan madrasah terkait permasalahan ini.

BACA JUGA :  Persembahan GITJ Margorejo Pati Peringati Pentakosta dengan Riyaya Undhuh‑undhuh

“Saya juga mendapat pesan WA (WhatsApp) dari madrasah, yang intinya MBG seperti puasa ini rawan, khawatirnya anak-anak yang tidak amanah memakan di jalan. Sekedar usul sebaiknya dikasih bahan mentah, ini salah satu aduan madrasah,” ucapnya sembari membaca aduan yayasan.

Kemenag Kabupaten Pati mengambil langkah cepat untuk mencari solusi dengan menghubungi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di program MBG.

Ditemukan jawaban dari hasil diskusi tersebut bahwa madrasah boleh meniadakan sementara MBG selama Ramadan karena alasan tertentu.

“Saya langsung hubungi SPPI Kabupaten mempertanyakan, dan kalau ada alasan tertentu boleh tidak menerima. Untuk anggaran dikembalikan ke dapur, kalau tersisa dikembalikan ke pemerintah,” jelasnya.

Meskipun ada sejumlah madrasah meniadakan MBG, namun Kemenag Kabupaten Pati menegaskan dukungannya pada program pemerintah pusat ini.

“Walau madrasah ada yang tidak menerima MBG, tidak ada unsur menolak program pemerintah. Kami pastikan Kemenag bersama-sama mendukung program pemerintah dalam rangka MBG ini,” terang Syaiku.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini