Foto: Kepala Bakesbangpol Trenggalek, Sunyoto (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Guna meminimalisir dampak gangguan di Bulan Ramadan, Bupati Trenggalek terbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 223 Tahun 2026.
Mengingat, sebelum-sebelumnya telah terjadi sejumlah kasus merugikan di tengah masyarakat.
Khususnya yang diakibatkan oleh tradisi tertentu, tiap memasuki Bulan Suci umat muslim ini.
Seperti, penggunaan sound system dalam ronda sahur, pesta petasan, dan penerbangan balon udara liar.
Kepada awak media, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Trenggalek, Sunyoto, mengatakan jika secara khusus terbitnya SE itu lebih kepada arahan agar pelaksanaan ibadah Ramadan, sekaligus Idulfitri berjalan lancar, aman, dan khusyuk.
“Patut disyukuri, sejak SE diterbitkan pada Februari lalu, mayoritas masyarakat berangsur memperhatikan poin-poin yang ada secara baik,” ucapnya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sebagai contoh, lanjut Sunyoto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menyampaikan imbauan agar seluruh unsur menghormati umat muslim beribadah puasa.
Kepada pemilik restoran, depot, dan warung makan, untuk memasang tirai penutup pada siang hari.
Para pengusaha cukup kooperatif, serta memberikan respons positif atas edaran tersebut.
“Pengusaha pun banyak yang menutup bisnis kuliner mereka di siang hari pada Bulan Ramadan. Sedangkan untuk kasus petasan, juga sudah lumayan menurun dibanding sebelum-sebelumnya,” imbuh mantan Kadis Parbud ini.
Bahkan, ujarnya kemudian, penerbangan balon udara liar tidak seramai tahun lalu.
Walaupun kembang api di titik tertentu masih terpantau, namun dinilai ada penurunan.
Untuk penggunaan sound system pada ronda sahur, minggu kedua Ramadan ini sudah berkurang.
“Di awal Ramadan saja aktivitas ronda sahur pakai sound system hampir merata, tapi sekarang sudah tidak terdengar lagi,” tandas dia.
Sedangkan bagi pengelola tempat hiburan malam, ujar Sunyoto, selama Bulan Suci Pemkab Trenggalek tegas menghentikan operasionalnya.
Memastikan kepatuhan itu, tim di lapangan rutin melakukan pemantauan pada lokasi-lokasi wisata, serta tempat-tempat hiburan yang ada.
“Rutin dilakukan pemantauan dan pengawasan oleh tim di lapangan. Demi efektifitas, dilibatkan pula rekan-rekan dari TNI-Polri, Satpol PP, Camat, serta kepala desa,” tegas Sunyoto.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar