Foto: Mendikdasmen, Abdul Mu’ti saat hadir di Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Abdul Mu’ti mengunjungi Kabupaten Pati, kemarin.
Ia datang ke Kabupaten Pati dengan maksud meresmikan bantuan revitalisasi bangunan satuan pendidikan di Bumi Mina Tani.
Abdul Mu’ti menyebut program revitalisasi pendidikan untuk satuan pendidikan di Kabupaten Pati pada tahun anggaran 2025 sudah tuntas.
Ada sebanyak 90 satuan pendidikan memperoleh bantuan tersebut, mulai dari perbaikan ruang kelas, perbaikan ataupun pengadaan laboratorium, perbaikan perpustakaan, dan pengadaan toilet sekolah.
“Meresmikan 90 satuan pendidikan yang mendapat bantuan revitalisasi anggaran tahun 2025. Sudah 100 persen, sudah mulai digunakan dan bermanfaat meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pati,” ungkapnya ketika meresmikan bantuan revitalisasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Pati.
Mendikdasmen menyampaikan, seluruh sekolah yang direvitalisasi untuk Kabupaten Pati, memperoleh anggaran dana senilai Rp67 miliar pada 2025.
Program revitalisasi ini sebagai komitmen Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
“Anggaran untuk Pati Rp67 miliar sekian tahun 2025. Insya Allah 2026 sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam berkomitmen untuk meningkatkan pendidikan, tahun ini Insya Allah akan banyak lagi satuan pendidikan yang kita perbaiki,” tuturnya.
Kemendikdasmen berusaha merespons berbagai masukan masyarakat, demi memastikan seluruh sekolah mendapatkan penangana secara layak.
Hal ini yang membuat kondisi satuan pendidikan menjadi lebih baik.
Salah satu satuan pendidikan yang medapat bantuan revitalisasi yakni SMPN 1 Gembong.
Kondisi sekolah tersebut akhirnya diperhatikan setelah puluhan tahun bangunannya memprihatinkan.
Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, menuturkan bahwa kondisi bangunan yang mengenaskan, sudah tertangani dengan adanya bantuan dari pemerintah.
Atap, dinding, lantai, dan sejumlah ruangan sudah rusak parah sejak tahun 80-an.
“Dulu sekolah kami mengenaskan, terus dengan adanya revitalisasi, pembelajaran lebih aman, nyaman, dan kondusif. Yang diperbaiki mulai dari lantai, dinding, dan atap. Semua atap kita bongkar karena kayunya sudah keropos sejak 1983 sampai sekarang,” ungkapnya kepada awak media.
Parahnya, seluruh ruang kelas untuk belajar siswa mengalami kerusakan.
Dinding pecah-pecah karena lapuk kena terjangan akar pohon yang sudah mulai membesar.
“Keenam kelas semua rusak. Lantai pecah-pecah, saking banyaknya pohon besar, akarnya ngangkat,” imbuh Istiana.
SMPN 1 Gembong memperoleh anggaran dana senilai Rp3,6 miliar untuk pengadaan ruangan baru, pengadaan toilet, pengadaan laboratorium, dan pengadaan perabotan.
Perbaikan dilakukan pada Agustus sampai November 2025.
“Mendapat dana sebesar Rp3,6 miliar dan dapat ruangan baru, kita dapat dua toilet, laboratorium, ruang KS dan perabotan. Selesai November, dari mulai pembangunan Agustus,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar