Foto: Ilustrasi penghafal Quran mendapat gelar Sarjana (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat komitmennya dalam pemerataan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Terbaru, sebanyak 11 desa telah ditetapkan sebagai sasaran prioritas program beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana”.
Penetapan desa sasaran ini merujuk pada data Dinas Sosial yang menunjukkan masih rendahnya angka lulusan sarjana di wilayah-wilayah tersebut.
Melalui program ini, pemerintah berharap akses pendidikan tinggi tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat di pelosok desa.
Meski seleksi umumnya dilakukan secara ketat sesuai kriteria Peraturan Bupati, ada kebijakan istimewa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang tahun ini.
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menegaskan bahwa calon penerima beasiswa yang merupakan penghafal Alquran (hafidz/hamilul Quran) akan mendapatkan perlakuan khusus.
Mereka dipastikan langsung lolos tanpa harus melewati proses seleksi administratif maupun tes akademik yang biasa diberlakukan.
“Ini saya harapkan sekali ada yang hamilul Quran. Hamilul Quran tidak usah dites, langsung kita beri. Jurusannya bebas, mau kuliah di mana saja monggo, nanti ada jalur khusus,” ujar Gus Hanies, sapaan akrabnya, pada Jumat (10/4/2026).
Kebijakan ini menempatkan para hafidz di posisi teratas dalam skema penerima beasiswa.
Menurut Gus Hanies, langkah ini adalah bentuk apresiasi nyata pemerintah terhadap generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman nilai spiritual.
Lebih lanjut, Gus Hanies menjelaskan bahwa kebijakan ini juga bercermin pada keberhasilan program serupa di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ia optimis, Rembang mampu memberikan ruang yang sama luasnya bagi para penjaga ayat suci untuk meraih gelar sarjana.
“Pemprov saja bisa, masa kita tidak bisa. Sebenarnya kemarin juga ada hamilul Quran dari Pemprov. Kita juga punya, dan ini saya bocorkan saja kalau hamilul Quran posisinya ada di prioritas top, ada di paling atas,” pungkasnya.
Program beasiswa ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi desa di Rembang.
Dengan hadirnya minimal satu sarjana di setiap desa sasaran, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang mampu memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal di masa depan.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar