Rusunawa Bumirejo Memprihatinkan, Hunian Sewa MBR Kini Butuh Perhatian Pemerintah

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 16:45 0 87 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bumirejo, Kecamatan Juwana menjadi hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kecamatan Juwana dan sekitarnya.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Mereka yang tinggal di rumah susun tersebut rata-rata bermata pencaharian sebagai nelayan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa Bumirejo, Mutadi, menjelaskan kondisi sarana dan prasarana Rusunawa Bumirejo perlu mendapat perhatian.

Pasalnya, beberapa fasilitas dan bangunan dalam kondisi memprihatinkan.

ketua pgri

“Rusun dihuni MBR, jadi semua fasilitas ini sewa, untuk penghuni kebanyakan sekitar Juwana, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Batangan, mereka pekerjaan kebanyakan nelayan wiraswasta. Keadaan seperti ini kami ndak begitu muluk-muluk, memang memprihatinkan,” ujarnya kepada Mondes.co.id, Senin, 13 April 2026.

Kapasitas Rusunawa Bumirejo sebanyak 196 kamar, tetapi saat ini baru dihuni 53 Kepala Keluarga (KK).

Tarif hunian mulai dari Rp100 ribu sampai dengan Rp200 ribu.

“Penghuni ada dua twin, memuat 196 orang, sekarang terisi 53 kamar, kurang lebih 30 orang. Tarif Insya Allah awal didesain MBR murah, dari lantai 1 Rp270 ribu, lantai 2 Rp270 ribu, lantai 3 Rp240 ribu, lantai 4 Rp220 ribu, dan lantai 5 Rp195 ribu, termasuk sewa, air, dan listrik,” papar Mutadi.

Ia berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) memfasilitasi adanya perbaikan sarana dan prasaran bangunan rusunawa.

Meskipun ini aset pemerintah pusat, tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati harus berupaya menjaga aset itu.

“Harapannya, Pemda bisa memfasilitasi sedikit banyak perbaikan gedung walaupun gedung aset dari pusat, Pemda ada perhatian. Pemkab bisa memperbaiki, sehingga masyarakat bisa tinggal layak dan sejahtera,” urainya.

BACA JUGA :  Hore, Raperda Pesantren Kembali Dibahas dari Awal

Sebagai informasi, Rusunawa Bumirejo di bawah pengelolaan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati.

Terdapat enam pegawai yang bertugas di rusunawa tersebut.

Salah seorang penghuni, Yanti (40) mengaku merasa nyaman tinggal di hunian tersebut.

“Di sini senyaman-nyamannya, wong nggak punya rumah. Di sini enak, murah, tapi ya bocor,” kata perempuan yang tinggal sejak 2017.

Ia yang merupakan istri seorang nelayan, terpaksa menghuni rusun di lantai 2 dengan tarif yang dibayarkan tiap bulannya.

“Pekerjaan IRT (Ibu Rumah Tangga). Pekerjaan suami juga di sini,” tandasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini