Foto: Disperkim Pati sedang memverifikasi lapangan RTLH (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati mengupayakan peningkatan kualitas hunian masyarakat dengan adanya program Rumah Layak Huni (RLH).
Program ini menyasar pada hunian-hunian kategori Rumah Tak Layak Huni (RTLH).
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Kabupaten Pati, Ahmad Qosim, mengatakan bahwa jumlah RTLH di Bumi Mina Tani masih tinggi.
Peningkatan RTLH menjadi RLH pada 2026 didukung oleh sumber pembiayaan dari berbagai pihak.
Meliputi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Corporate Social Responsibility (CSR).
Ada beberapa peningkatan RTLH menjadi RLH yang dibarengkan dengan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Program RTLH jadi RLH di 2026 ada beberapa sumber biaya, baik dari Pemkab Pati ada 10 unit, kemudian dari Pemprov Jateng melalui Bankeu 500 unit. Untuk BSPS dari pusat mengajukan 2.000 unit, dari Buddha Suci CSR 70 unit. Kemudian alokasi dari Djarum Foundation 10 unit, kemudian Baznas dan Fastabiq juga setiap tahun ada,” ujarnya kepada Mondes.co.id, Selasa, 24 Februari 2026.
Sejauh ini, beberapa program tersebut baru proses verifikasi lapangan.
Ada pula beberapa yang masih penginputan data.
“Pelaksanaannya baru tahap verifikasi lapangan untuk program CSR. Dari APBD Kabupaten baru verifikasi, dan pelaksanaanya baru 2 unit karena kerja sama dengan TMMD, Djarum baru input data, kisaran Februari-Maret nanti verifikasi lapangan,” ungkap Qosim.
Peningkatan RTLH menjadi RLH tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pati.
Ia berharap, adanya peningkatan kualitas hunian bisa mengurangi RTLH masyarakat.
“RLH ini harapannya mengurangi angka RTLH yang masih tinggi, masih 70 ribu unit, jadi bisa menurun,” ucapnya.
Perlu diinformasikan, pada tahun 2025 ada sebanyak 2.000 unit RTLH ditangani dengan baik menjadi RLH.
Pada saat itu, program didukung oleh sejumlah sumber pendanaan.
Tahun lalu, ada juga sumber dana dari swadaya masyarakat untuk program RTLH menjadi RLH ini.
“RTLH 2025 ada 2 ribuan yang sudah tertangani dari beberapa sumber dana. Kemudian ada program swadaya masyarakat juga yang terlaporkan ke kami di 2025 ada 128 unit. Semoga tahun ini perbaikan ekonomi semakin tinggi swadayanya, sehingga RTLH di Pati semakin sedikit,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar