Foto: Suasana Rangkaian Pekan Suci Paskah di Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf Pati pada Sabtu Suci (Mondes/dok. Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf Pati) PATI – Mondes.co.id | Jemaat Katolik Gereja Paroki Santo Yusuf Pati merayakan Pekan Suci yang meliputi Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci (Vigili Paskah), dan Minggu Paskah.
Perlu diketahui, Minggu Palma menjadi pembuka Pekan Suci dengan mengenang masuknya Yesus ke Yerussalem.
Lalu pada Kamis Putih menjadi momen perjamuan malam terakhir dan pembasuhan kaki 12 rasul.
Dilanjut dengan Jumat Agung, yakni mengenang sengsara dan wafat Yesus di salib.
Pada Sabtunya, digelar Vigili Paskah sebagaimana Sabtu Suci dengan beribadah di malam menantikannya kebangkitan Yesus Kristus.

Berlanjut di puncak kegiatan, Minggu Paskah yakni perayaan kebangkitan Yesus Kristus.
Ketua Panitia Pekan Suci Gereja Paroki Santo Yusuf, Teddy, menyebut ada 1.500 jemaat Katolik mengikuti rangkaian Pekan Suci yang mencakup umat dari stasi-stasi di sekitar wilayah Kabupaten Pati.
“Minggu Palma perarakan umat membawa daun palma sambil menyanyi di luar gereja sebelum masuk ke dalam panti imam. Kamis Putih, proses pembasuhan kaki 12 rasul dengan perwakilan umat dan perarakan pemindahan sakramen Mahakudus ke tabernakel sementara (tuguran),” ujarnya kepada Mondes.co.id, Sabtu, 4 April 2026.

Ribuan umat mengikuti Misa di beberapa jadwal, mulai pagi, sore, dan malam.
“Jumat Agung merupakan prosesi penghormatan salib, di mana umat maju satu per satu untuk mencium atau memberi penghormatan pada salib, serta visualisasi Jalan Salib (tablo). Sabtu Suci, upacara cahaya lilin Paskah dari api suci dan pembaruan Janji Baptis,” lanjutnya.
Suasana kekeluargaan yang guyub terjadi di gereja tersebut.
Mengingat, Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf berada di wilayah yang kental dengan nilai toleransi di Provinsi Jawa Tengah.
Situasi ini memperkuat identitas paroki sebagai bagian dari masyakat Kabupaten Pati yang harmonis.
Di perayaan Pekan Suci yang mengusung tema “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera” ini, Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf mengadakan sejumlah Aksi Paskah yang unik.

Apalagi, Pra-Paskah berlangsung bertepatan dengan bulan suci Umat Muslim, yakni Ramadan.
Ada pun rangkaian kegiatan Aksi Paskah, antara lain bakti sosial pengobatan gratis di Kantor Kelurahan Pati Kidul pada 15 Maret 2026 dengan diikuti 100 pasien.
Kemudian, berbagi takjil di lingkungan Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf, Goa Maria Sani, dan Stasi Langse pada 8 dan 15 Maret 2026 dengan total jumlah 800 paket.
Lalu, pemberian paket Lebaran untuk pengelola Makam Lokasanta Ngagul.
“Gereja tidak bisa diam melihat ketimpangan, karena makna ‘berjuang’ di sini seringkali diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan. Gereja ingin memastikan bahwa kesejahteraan bukan hanya milik segelintir orang, tetapi menjangkau mereka yang membutuhkan,” terang Tedy.
Harapan di Pekan Suci ini, meliputi merayakan misteri Paskah Kristus, pemurnian diri dan pertobatan, memperbarui Janji Baptis, meneladani kerendahan hati dan pelayanan, menemukan makna dalam penderitaan, dan memperkuat persaudaraan iman.
Rangkaian acara perayaan Pekan Suci berjalan kondusif dengan pengamanan yang ketat, mulai dari pihak internal gereja dan sinergi bersama Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati, Komando Distrik Militer (Kodim) 0718/Pati, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati.
“Pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara ini dari internal meliputi Pastor Paroki, Dewan Paroki, Prodiakon, Misdinar, Koor Paduan Suara, Panitia Paskah, Seksi Liturgi, dan Orang Muda Katolik (OMK). Sedangkan, pihak eksternal dari kepolisian, TNI, dan Dishub,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar