Puncak Musim Kemarau, Waduk Seloromo Mulai Surut

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Sep 2026 13:23 0 301 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Volume air Waduk Seloromo di Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati menyusut drastis di musim kemarau ini.

gempur rokok ilegal rembang

Bahkan, air di waduk tersebut diprediksi tinggal dua pekan untuk mengairi lahan pertanian di sejumlah kecamatan.

Operator Waduk Seloromo, Susanto, mengungkapkan volume air Waduk Seloromo tinggal 2,4 juta meter kubik.

Jumlah ini turun drastis dari total 9,5 juta meter kubik.

“Kemungkinan untuk saat ini dari 2.400.000. kalau ada permintaan petani, sekitar dua mingguan,” katanya, Jumat, 4 September 2026.

Ia mengungkapkan, air dari Waduk Seloromo ini untuk menyuplai pertanian di puluhan desa yang tersebar pada lima kecamatan.

Antara lain, Kecamatan Gembong, Margorejo, Pati, Wedarijaksa, dan Tlogowungu.

“Ini untuk lima kecamatan. Kemarin sudah mulai pengeluaran 1.200 liter per detik, terus ini yang paling banyak permintaan dari Kecamatan Margorejo,” ujar Susanto.

Jika tidak turun hujan, ia memprediksi Waduk Seloromo akan mengering dan tidak bisa memasok air dalam dua pekan ke depan.

Mengingat, waduk juga memerlukan air untuk pembahasan area agar tidak timbul retakan atau menghindari kerusakan waduk.

“Pembasahan sendiri itu kita biasa menampung 500.000 meter kubik. Setelah itu tidak bisa didistribusi. ​Pembasahan itu digunakan supaya tubuh bendung sendiri tidak ada retakan atau dari bangunan ini sendiri lebih aman, biar tidak ada retakan sama rembesan-rembesan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, menyusutnya Waduk Seloromo kali ini, terparah sejak enam tahun terakhir.

Pada musim kemarau tahun 2025, volume air yang keluar hanya 45 persen.

BACA JUGA :  Tentang Larangan Sound Horeg, GP Ansor Pati Desak Dibuatkan Perda

“Kondisi ini dibanding tahun sebelumnya mungkin lebih parah tahun ini. Kalau kemarin kemungkinan keluar itu 45 persen lah. Kalau sekarang kemungkinan sampai habis,” sambung Susanto.

Kondisi ini nyaris sama pada tahun 2019 lalu.

Saat itu, Waduk Seloromo mengalami penyusutan ekstrem hingga volume air berkurang drastis.

“Tahun-tahun dulu juga pernah lebih parah lagi ada. Terakhir itu yang lebih parah tahun 2018-2019,” tandasnya.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini