HAPPY NEW YEAR

Posko Kesehatan dan Puskesmas Keliling Dioptimalkan untuk Korban Banjir

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Jan 2026 13:53 0 39 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati berupaya maksimal memberi layanan kesehatan ke lokasi banjir di seluruh wilayah Bumi Mina Tani.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Pati berusaha untuk rawat inap dan rawat jalan menangani kesehatan warga secara intensif dengan posko kesehatan.

Di antaranya, dengan memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi banjir, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak.

Serta memberi perhatian khusus kepada kelompok yang paling rentan, seperti lansia (lanjut usia), disabilitas, ibu hamil risiko tinggi, ibu nifas, bayi baru lahir, masyarakat yang mengalami sakit keras, dan kelompok rentan lainnya.

Dinkes juga melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat pasca banjir, termasuk peningkatan kasus penyakit terkait banjir, seperti penyakit kulit, diare, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dan penyakit lainnya.

“Kemudian, menyiagakan semua Puskesmas di Kabupaten Pati, baik rawat inap maupun rawat jalan untuk memberikan layanan kesehatan darurat, memantau kondisi warga, serta mencegah dan menangani gangguan kesehatan lebih lanjut,” terang Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Pati, Anggia Widiari, Kamis, 22 Januari 2026.

Melalui posko kesehatan, pihaknya juga mencatat dan memantau lonjakan penyakit terkait dampak banjir.

Serta memberikan edukasi pencegahan dan pengobatan kepada korban melalui Pos Kesehatan Desa (PKD) atau Bidan Desa atau layanan Puskesmas setempat.

Ia menerangkan, Puskesmas berusaha memberikan layanan dasar, termasuk pemeriksaan penyakit umum pasca banjir.

Sedangkan, PKD maupun Bidan Desa setempat selalu siaga memberi layanan kesehatan darurat.

BACA JUGA :  Residivis Spesialis Pencurian Kotak Amal Masjid Dibekuk Polisi

Posko kesehatan memberi layanan berupa pemeriksaan tekanan darah, suhu, dan keluhan penyakit lainnya, serta pengobatan ringan.

“Layanan di posko kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan penyakit ringan, pemberian obat sesuai keluhan, pertolongan pertama pada kasus gawat darurat ringan, dan edukasi perilaku hidup sehat dan pencegahan penyakit pasca banjir. Untuk desa terdampak dipastikan ada pos pelayanan kesehatan oleh puskesmas setempat sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Posko kesehatan berlangsung dengan dukungan Puskesmas keliling, karena beberapa masyarakat kadang kurang akses kesehatan.

Tiap desa terdampak dipastikan ada pos pelayanan kesehatan dan Puskesmas keliling.

“Tiap Puskesmas siaga 24 jam. Ada 52 titik pos pelayanan kesehatan terdampak banjir di Kabupaten Pati,” sebut Anggi.

Pengerahan Puskesmas keliling menjadi sangat urgen karena banjir terjadi di banyak titik secara bersamaan, sehingga tidak seluruh masyarakat terdampak dapat menjangkau posko kesehatan atau fasilitas pelayanan tetap.

“Kondisi akses jalan yang terputus, meningkatnya risiko penyakit pasca banjir, serta tingginya jumlah kelompok rentan, menuntut pelayanan kesehatan dilakukan secara aktif dengan sistem jemput bola. Melalui Puskesmas keliling, pelayanan kesehatan dasar, deteksi dini penyakit, serta rujukan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan merata di seluruh wilayah terdampak,” ucapnya.

Dinkes Pati berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

“Selain itu, bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya disediakan tempat pengungsian, dapur umum, serta bantuan logistik dasar guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat,” jelasnya.

Hadirnya Puskesmas Keliling, membantu masyarakat dari sisi biaya dan transportasi, serta merasa lebih aman.

“Akses menuju lokasi terdampak banjir di sejumlah wilayah mengalami hambatan akibat genangan air yang menutup jalan desa dan antar wilayah, sehingga tidak seluruh titik dapat dijangkau kendaraan. Kondisi ini menyulitkan mobilitas masyarakat menuju fasilitas kesehatan, serta menghambat distribusi logistik dan rujukan pasien. Untuk mengatasi keterbatasan akses tersebut, pelayanan kesehatan dilakukan melalui posko di lokasi banjir dan pengerahan puskesmas keliling dengan dukungan koordinasi lintas sektor dengan menggunakan perahu,” sambungnya.

BACA JUGA :  Program Bansos LP3 Rembang Sasar Seluruh Kecamatan

Seluruh kegiatan dicatat dan dilaporkan tiap hari, sebagai bagian dari surveilans penyakit pasca bencana banjir dan kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa.

“Pelayanan kesehatan melalui kegiatan Puskesmas keliling ke titik rawan banjir telah meningkatkan cakupan layanan kepada masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan dan wilayah dengan akses terbatas. Kasus penyakit pasca banjir dapat ditangani lebih dini, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus berat di fasilitas kesehatan,” ujar Anggi.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini