ramadan 2026

Pos Pelayanan Kesehatan Mudik Pati Sediakan Pijat Terapis Gratis

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Mar 2026 15:43 0 25 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Paguyuban Terapis Pati dilibatkan dalam penanganan layanan kesehatan di posko pelayanan kesehatan arus mudik wilayah Kabupaten Pati.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Adapun titiknya berada di Tugu Bandeng, Alun-alun Simpang Lima Pati, dan Alun-alun Kecamatan Juwana.

Mereka stand by memberikan layanan pijat terapis bagi pasien, khususnya pemudik mulai tanggal 13 sampai 25 Maret 2026.

Salah satu tukang pijat terapis yang bertugas di pos pelayanan kesehatan arus mudik di Alun-alun Simpang Lima Pati, Supomo (60), mengaku bersyukur bisa berkesempatan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat.

ketua pgri

Ia bersama rekan-rekannya setiap hari bertugas meringankan badan pegal-pegal bagi pasien secara gratis.

“Kami terapis biasanya melayani pijat, bekam, dan kerok badan. Biasanya pasien ada yang masuk angin, gejala ginjal, keseleo, dan penyakit apa saja,” ungkap pria asal Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati kepada Mondes.co.id, Jumat, 20 Maret 2026.

Supomo kedatangan belasan hingga puluhan pasien yang butuh sentuhan pijat darinya.

Pemudik, masyarakat umum, bahkan petugas posko arus mudik juga kerap meminta jasa pijatannya.

“Ada 15 sampai 20 orang pasien datang, kalau tadi ini baru 3 orang. Polisi, Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), petugas Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) juga, masyarakat umum minta dipijat, bekam, ketikan (kerok badan), ramai terus,” ujarnya.

Tiap hari selama posko mudik dibuka, ada 3 terapis yang berjaga bersama dengan tenaga kesehatan (nakes) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB, ia berada di posko mudik.

BACA JUGA :  Sambut Paskah, Umat Katolik Ibadah Misa Minggu Palma di Gereja Stella Maris

“Di sini setiap hari, ada 3 sampai 4 orang terapis. Pijat biasanya dari usia muda sampai yang tua,” ucap Supomo.

Pijat terapis ini gratis, pihaknya membantu petugas pos pelayanan kesehatan arus mudik dengan ikhlas.

“Kami sekedar membantu, kerjanya ikhlas, semoga pasien lekas sembuh. Ndak ada tarif, biasanya kalau dikasih diterima,” tuturnya.

Selain di posko pelayanan kesehatan arus mudik, ia juga membuka praktik di mana-mana.

Pada momen hari biasa, Supomo menerima panggilan terapis dari rumah ke rumah.

Keterampilan pijat terapisnya sudah ia tekuni sejak muda, yakni sejak 1970.

“Di sini ada, di rumah juga ada, kadang panggilan. Udah lama, buka praktik panggilan sejak masih muda, kira-kira 70-an,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini