Foto: Polsek Sukolilo bersama Gereja JKI salurkan bantuan ke warga Desa Kasiyan (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Kepedulian terhadap warga terdampak banjir, kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sukolilo.
Bersama Gereja Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Tabernakel Kabupaten Pati, Polsek Sukolilo menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan kepada masyarakat Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Selasa, 20 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lokasi pengungsian tersebut, dipimpin langsung Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, dan dihadiri Ketua Pengurus Gereja JKI Tabernakel Kabupaten Pati Hadi Santoso.
Serta perwakilan Komandan Rayon Militer (Danramil) Sukolilo, anggota Polsek Sukolilo, pemerintah desa (Pemdes), tokoh masyarakat, serta warga terdampak banjir.
Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Alhamdulillah, sore ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bersama-sama hadir di tengah saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, kehadiran Polsek Sukolilo tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara.
“Kami datang bersama seluruh anggota untuk memberikan bantuan bahan makanan kepada warga Dukuh Penggingwangi yang saat ini masih mengungsi,” jelasnya
Menurut AKP Sahlan, bantuan yang disalurkan, diharapkan mampu sedikit meringankan beban warga.
“Mudah-mudahan apa yang kami berikan hari ini dapat membantu dan memberi semangat bagi masyarakat yang terdampak banjir di Desa Kasiyan dan Kecamatan Sukolilo,” terangnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gereja JKI Tabernakel Kabupaten Pati dan seluruh pihak yang telah bersinergi bersama Polsek Sukolilo dalam aksi sosial ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AKP Sahlan menyampaikan bahwa sinergi lintas elemen sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana.
“Penanganan dampak banjir tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kerja sama semua pihak agar masyarakat benar-benar terbantu,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman dan kondusif.
Namun demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat akses jalan dari Dukuh Penggingwangi menuju Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, hingga saat ini masih tergenang banjir dan belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar