Pohon Keramat Berusia Ratusan Tahun Pohijo, Awas Jangan Diusik, Bisa Sial

waktu baca 2 menit
Jumat, 25 Nov 2022 04:10 0 343 mondes

PATI, – Mondes.co.id | Di Desa Pohijo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, terdapat sebuah pohon yang cukup unik dan mempunyai misteri tersendiri, sehingga sampai saat ini terus dilestarikan dan dikeramatkan warga setempat.

Letak pohon Penggung tersebut, berada di pinggir jalan lorong Desa Pohijo tepatnya di pojok depan rumah warga.

Tidak seperti pohon umumnya, pohon itu buahnya cukup unik. Sehingga jika ada pohon dengan jenis yang sama, bakal tampak berbeda dengan pohon keramat tersebut.

“Pohon Penggung tersebut tidak ada yang tau siapa yang menanam tidak ada yang merawat bisa tumbuh subur disitu,” kata Budi Setiawan, warga setempat, Jumat 25 November 2022

Menurutnya, pohon Penggung keramat itu, dulu pernah roboh. Namun anehnya, tak lama kemudian pohon tersebut, kembali berdiri dan tumbuh subur seperti sedia kala.

“Di sisi lain, sangat disayangkan pohon keramat tersebut tidak mau dilestarikan atau di rawat, karena pohon yang di sakralkan oleh warga ini seolah tidak mau diusik atau dikasih tanda atau dikasih pagar biar terlihat sakral,” tuturnya.

Sampai sekarangpun pohon Penggung yang sudah tua tersebut masih berdiri kokoh layaknya pohon pada umumnya.

Bila dilihat sepintas mungkin tidak ada yang aneh dari tempat berdirinya pohon Penggung, karena tumbuhan ini berada di depan rumah warga.

Namun bila diamati secara seksama, pohon Pengggung ini memiliki daun agak lonjong besar tepi daunya bersirip dan buahnya bulat bulat agak kecil kayak bola pimpong/kemundu bawarna hijau saat masih muda.

Sedangkan yang sudah tua berwarna hitam, siapa sangka pohon tersebut sudah tua dan berumur ratusan tahun.

“Itulah pohon penggung yang hanya satu-satunya ada di Desa Pohijo bahkan tidak ada di desa lain maupun luar daerah,” bebernya.

“Ada tradisi dari warga setempat bila ada hajatan atau syukuran pasti menaruh sesaji, buakan, ataupun mayoran di lokasi. Sampai sekarang masih di anggap misteri kekeramatan pohon itu,” ungkap Budi. (Tg/Dr)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *