Pimpinan Baru Baznas Pati Dilantik, Komitmen Wujudkan Zakat Produktif

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Apr 2026 17:09 0 44 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati melalukan pelantikan ketua dan pengurus baru.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Kini, Minanurrochman resmi dilantik menjadi Ketua Baznas Kabupaten Pati periode 2026-2031.

Dalam kepengurusan baru ini, ia didampingi Wakil Ketua I Nur Faqih, Wakil Ketua II Moh. In’am Muhlisin, Wakil Ketua III Lintal Muna, dan Wakil Ketua IV Muhammad Ni’am Sutaman.

Pelantikan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra di Pendopo Kantor Bupati Pati.

ketua pgri

Sebagai ketua yang baru, Minanurrochman berkomitmen akan membersamai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyejahterakan masyarakat dengan tetap berlandaskan pada landasan hukum syar’i.

“Prinsip kami amalkan 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI. Karena Baznas sebagai organ taktis pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat, di lain pihak kami memerhatikan landasan hukum syar’i,” terangnya saat sesi wawancara dengan awak media, Jumat, 10 April 2026.

Ia bersama jajaran akan mendorong terwujudnya peraturan daerah (Perda) pengelolaan zakat, yang mana zakat akan berfokus pada pihak swasta di Kabupaten Pati.

Sehingga, suntikan dana yang masuk ke Baznas bukan hanya mewajibkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saja.

“Selama ini hanya menerima dari ASN saja. Kita akan coba sosialisasi ke Ormas agar ada pihak swasta tertarik bayar zakat, kan rukun dan kewajiban Umat Islam, sehingga potensinya lebih besar daripada pajak,” katanya.

Adanya Perda pengelolaan zakat, dinilai mampu mendorong zakat yang produktif.

Keberadaan pihak swasta dapat berdampak positif jika mereka berkontribusi dalam membayar zakat secara wajib untuk dikelola Baznas Kabupaten Pati.

BACA JUGA :  Bumi Kartini Menari akan Meriahkan Hari Tari Sedunia, Catat Tanggalnya

Peran serta profesi dokter, pengacara, hingga tokoh agama wajib membayar zakat, sangat berpotensi untuk kebaikan bersama.

Menurutnya, jika misi itu terwujud, maka masyarakat kecil tak perlu lagi tercekik oleh pajak.

“Andai warga Pati petani bayar 50 persen, kita hitung potensi yang ada setahun dapat Rp126 miliar, belum yang sektor peternakan, kebun, kelautan dan perikanan, industri, tambang, profesi pengacara, dokter, penceramah. Kami inisiatif dan disambut oleh bupati, bagaimana Perda pengelolaan zakat menyasar kepada pihak swasta, kita kembalikan lagi ke mereka juga,” paparnya.

Diterangkan bahwa Baznas Kabupaten Pati sedang mengkaji Perda pengelolaan zakat dengan akademisi.

“Ada tim yang melibatkan UIN Kudus. Kalau dilantik tancap gas raperda pengelolaan zakat. Program kami zakat produktif,” tuturnya.

Dengan program zakat produktif, Baznas Kabupaten Pati akan menggandeng para ahli, Balai Latihan Kerja (BLK), dan generasi muda yang punya kapasitas dalam akuntan.

Langkah ini untuk mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para mustahik menjadi muzakki.

Pada kesempatan yang sama, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengharapkan ada sinkronisasi program yang berjalan antara Baznas Kabupaten Pati dengan Pemkab Pati, utamanya dalam melayani umat.

Apalagi, sejauh ini Baznas Kabupaten Pati sudah banyak berkontribusi untuk menolong masyarakat.

“Harapannya, Baznas ini sinkronisasi dengan Pemkab Pati terkait banyaknya kegiatan seperti penanganan bencana banjir, bantuan-bantuan Ponpes, beasiswa juga, RTLH juga terkait anggaran dari Baznas tersebut,” ungkap Chandra usai melantik pimpinan Baznas Kabupaten Pati.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini